Minggu, 04 September 2016

Radio Yadara FM, 92,8 MHz Kini Bisa Didengar Via Website Tusop.com

Screenshot Tampilan Link Radio Yadara FM, 92,8 MHz di Laman Tusop.com

TUSOP.COM, BIREUEN - Kemunculan jaringan radio Yadara FM yang mengudara di frekuensi 92,8 MHz mendapat apresiasi dari publik, khususnya masyarakat yang berdomisili di wilayah kabupaten Bireuen, Bener Meriah, Pidie Jaya dan sebagian wilayah Aceh Utara, Pidie dan Takengon. Pasalnya, radio yang digagas dan didirikan oleh Tgk H. Muhammad Yususf Abdul Wahab atau biasa disapa Tu Sop ini membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menawar rasa haus ilmu agama dan motivasi hidup. Sehingga tak pelak, frekuensi radio ini menjadi idola masyarakat yang senantiasa dijadikan teman beraktivitas pagi, siang dan malam.

Untuk ikut memberikan alternatif bagi masyarakat yang sedang beraktivitas di depan laptop atau komputer, website tusop.com menyajikan steaming radio tersebut di laman utamanya. Sehingga masyarakat yang ingin mendengarnya tinggal mengakses website tusop.com dan langsung bisa menikmati sajian-sajian program yang disiarkan frekuensi radio yang berpusat di komplek dayah Babussalam Al-Aziziyah, Jeunieb tersebut.

Sebagaimana diketahui, Yadara FM, 92,8 MHz menyajikan program-program unggulan yang bernuansa islami. Antara lain pengajian rutin kitab-kitab muktabar semisal Ihya Ulumuddin, Minhajul Abidin, Siyarussalikin, Ianatut Thalibin yang diisi oleh ulama-ulama terkemuka seperti Abu MUDI, Tu Sop Jeunieb, Abi Nasruddin Judon, Abon Sudirman Arifin dan beberapa Teungku lainnya.


Berikut jadwal pengajian rutin yang disiarkan di Radio Yadara FM, 92,8 MHz.

Jadwal Pengajian Rutin di Radio Yadara FM, 92,8 MHz

Sabtu, 03 September 2016

Lantik Tim Pemenangan Wanita Kec. Pandrah, Tusop: Jadilah Pejuang Islam Seperti Siti Khadijah

Tim WPU Kec. Pandrah. Foto: Tgk Bahri

Tusop.com, Bireuen – Setelah Tim Wanita Peduli Ummat (WPU) untuk pemenangan Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab-dr. Purnama untuk kecamatan Jeumpa dikukuhkan pada hari Kamis 1 September yang lalu, pada Sabtu 3 September 2016 kembali dilantik Tim Wanita Peduli Ummat untuk kecamatan Pandrah. Acara pelantikan berlangsung di aula Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb.

Tgk Bahri Arani tim sukses Tusop kepada admin Tusop.com mengatakan, pelantikan WPU Kec. Pandrah dihadiri oleh sebanyak 40 wanita yang berasal dari 19 gampong yang ada di Kecamatan Pandrah. Sementara itu, kata Tgk Bahri, tim yang sudah terbentuk di setiap gampong adalah sebanyak 3 sampai 5 orang per gampong.

Dalam orasinya di hadapan tim WPU Kec. Pandrah dan peserta lainnya yang hadir, Tusop berpesan, jadilah  wanita pejuang Islam sebagaimana layaknya Siti Khadijah yang memperjuangkan Islam bersama Rasulullah.

“Jadilah seperti Siti Khadijah yang selalu berjuang untuk Islam bersama Rasulullah. Marilah perjuangan mereka kita teruskan hari ini, dengan harapan kita tetap berada pada arus kebaikan yang selalu berjuang memperkuat kebaikan dan perbaikan, “ ujar Tusop.

Tusop berharap, semoga agama yang kita terima dari orang-orang tua kita dahulu juga kita warisi untuk anak cucu kita di masa yang akan datang.

“Hari ini kita sering bercerita tentang kehebatan dan keberhasilan Aceh tempo dulu. Tapi pernahkah kita membayangkan apa yang akan diceritakan oleh anak cucu kita, tentang apa yang kita warisi untuk mereka?, “ kata Tusop mempertanyakan.

Oleh karena itu, Tusop mengajak semua peserta untuk bangkit berjuang dengan tiada henti agar kebaikan tetap tegak di negeri ini.

“Sudah cukup kesalahan dan kebodohan yang telah kita lalui, sekarang mari berjuang untuk memperbaiki, “ pungkas Tusop. [admin Tusop.com]


Tu Sop: Perbaikan Bermula Dari “Men-dayah-kan Masyarakat”


Tusop.com |Secara sosio-kultural, rakyat Aceh memiliki darah cinta kebaikan yang cukup kental. Sejahat apapun orang Aceh, mereka tetap mencintai kebaikan dan mengakuinya sebagai nilai idealis yang semestinya diaktualisasikan dalam keseharian walaupun terkadang secara personal nilai itu gagal diwujudkan dalam sikap dan perilakunya karena berbagai alasan. Darah cinta kebaikan ini sejatinya adalah potensi besar yang jika mampu terkelola dengan baik akan melahirkan kekuatan besar untuk menuju Aceh yang baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur.

Demikian pesan yang disampikan Tgk H. Muhammad Yusuf Abdul Wahab atau biasa disapa Tu Sop, pimpinan Dayah Babussalam Al-Aziziyah, Jeunieb, Kabupaten Bireuen dalam pengajian rutin kitab Ihya Ulumuddin yang disiarkan dari frekuensi radio Yadara FM, 92,8 Mhz, Jeunieb, Sabtu, 3/9.
“Di dalam tubuh orang Aceh mengalir darah-darah pecinta dan pejuang kebaikan. Para pendahulu Aceh adalah orang-orang yang siap mengorbankan apapun untuk mempertahan panji-panji kebaikan tetap berkibar di bumi Serambi Mekah ini. Maka potensi ini jika mampu dikelola kembali dengan baik, kejayaan insya Allah akan menjadi sejarah baru bagi anak cucu kita” cetus Tu Sop dalam pengajiannya yang berdurasi 30 menit itu.

Namun Tu Sop memaparkan, virus-virus pengaruh globalisasi sudah terlalu liar menjangkiti pemikiran dan perilaku masyarakat Aceh. Sehingga pemikiran dan perilaku masyarakat kita cendrung secara perlahan bergeser dari nilai-nilai idealisme. Akhirnya masyarakat kita terjebak dalam pola kehidupan barat yang jauh bergeser dari pola yang diajarkan Rasulullah saw. Dan ‘serangan’ paling dahsyat menghantam akhlak dan moralitas masyarakat kita. Celakanya, bangsa yang tidak berdiri atas pondasi akhlak dan moralitas akan goyah dan sulit berkembang.

Maka oleh karena demikian, menurut Tu Sop, harus ada pergerakan-pergerakan idealis untuk bagaimana memperbaiki kembali tatanan kehidupan masyarakat kita gunu mempersiapkan bangsa ini sebagai bangsa yang layak maju dan berkembang. Perbaikan itu bisa dimulai dari bagaimana meneguhkan kembali nilai-nilai akhlak dan moralitas yang tinggi dengan memaksimalkan potensi naluri orang Aceh yang cinta kebaikan. Pergerakan idealis itu dalam istilah Tu Sop disebut dengan “men-dayah-kan masyarakat”.

“Harus diakui, dengan segala keterbatasan dan kelemahan yang ada, dayah adalah lembaga pendidikan yang konsisten meneguhkan nilai-nilai akhlak dan moralitas dalam masyarakatnya. Dan itu sudah teruji. Maka untuk ke depan, eksistensi nilai-nilai ke-dayahan ini harus mampu diwujudkan tidak hanya di lingkungan dayah semata, tetapi turut menjadi nilai yang menjadi khas masyarakat Aceh secara keseluruhan. Dalam konteks ke-Acehan, hal ini tidak terlalu sulit untuk dilakukan karena orang Aceh memang memiliki darah cinta kebaikan. Hanya saja ini harus terkelola dengan baik. Sebab selama ini, masyarakat kita belum mendapat sentuhan penanganan yang cukup memadai. Tentu saja dalam hal ini butuh kerja keras, stategi dan pejuang-pejuang perbaikan yang militan serta kekuatan yang cukup”, lanjut sosok ulama yang juga ketua I Himpinan Ulama Dayah Aceh (HUDA) tersebut.

Men-dayah-kan masyarakat, menurut Tu Sop, adalah langkah awal untuk memulai perbaikan. Sebab persoalan besar Aceh hari ini bukan kekurangan sumbar daya alam (SDA) atau kekurangan orang-orang cerdas. Tetapi Aceh hari ini masih membutuhkan banyak orang-orang baik yang memiliki keikhlasan untuk mendayagunakan sumber daya yang ada bagi kemaslahatan masyarakat seluas-luasnya. Salah satu imbas dari degradasi akhlak dan moralitas adalah lahirnya orang-orang serakah yang menggunakan semua potensi yang dimilikinya semata-mata untuk memanjakan keserakahannya tanpa memikirkan bagaimana kedhaliman itu terus mengurung bangsa dan masyarakatnya dalam keterpurukan.

“Aceh tidak kekurangan sumberdaya alam. Aceh juga tidak kekurangan orang-orang cerdas. Aceh hanya butuh tambahan orang-orang baik dalam jumlah yang lebih besar untuk kembali ke era kejayaan”, tutup Tu Sop. (Admin)

Silaturrahmi dengan Masyarakat Jangka Bireuen, Tusop: Jadi Bupati Bukan Tujuan Inti Saya!

Tusop silaturrahmi dengan masyarakat Jangka-Bireuen. Jum'at (2/9/2016). Foto: Tgk Bahri

Tusop.com, Bireuen - Setelah berkhutbah di Masjid Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen, Tgk.H. M. Yusuf A. Wahab (Tu Sop) melakukan silaturrahmi dengan tiga ratusan masyarakat kecamatan Jangka di salah satu Balai Pengajian di Jangka, Jum’at, 2 September 2016. Hal itu disampaikan Tgk Bahri Arani kepada admin Tusop.com, Sabtu (3/9).

Silaturrahmi ini, kata Tgk Bahri, diawali dengan ceramah politik Islam yang disampaikan oleh Ketua Tim pemenangan Tu Sop - dr. Pur, Yaitu Abi Nasruddin Judon

Sementara itu, dalam orasinya Tusop menjelaskan, pergerakan yang dilakukan pihaknya saat ini bukanlah sekedar upaya untuk memenangkan Tusop sebagai Bupati Bireuen, tapi Tusop mengorbankan dirinya dengan berkecimpung dalam dunia politik adalah untuk memperkuat arus kebaikan.

“Mari kita bergerak untuk memenangkan kebaikan, untuk apa saya jadi Bupati kalau kebaikan di Bireuen tidak pernah menang, “ ujar Tusop.

Tusop menjelaskan, sebenarnya jabatan bupati itu bukan tujuan inti beliau dalam pergerakan politik ini, melainkan hanyalah sebagai instrumen awal beliau untuk memenangkan kebaikan yang masih banyak perlu diperjuangkan.

Tusop menyampaikan secara retoris, kalau memang sepakat dengan saya mari sama-sama bergerak. Tapi jikapun tidak sepakat, juga tidak masalah, silahkan dukung kandidat yang lain. Namun, keberadaan kita mendukung seseorang kandidat, kata Tusop, janganlah justru memperkuat kedhaliman.


“Silakan masuk kemanapun, dan pertanyakanlah pada diri pribadi kita, berapa banyak kebaikan dan perbaikan yang mampu kita tawarkan untuk mereka. Maukah kita menawarkan politik santun yang sesuai dengan ajaran agama kita untuk mereka, atau hanya sekedar mendukung dan memperkuat kezaliman?” ujar Tusop mempertanyakan. [admin tusop.com]

Jumat, 02 September 2016

Tim Wanita Pemenangan Tusop untuk Kecematan Jeumpa Dikukuhkan, 3-5 Orang dari Setiap Desa

Tim Wanita Peduli Ummat Kec. Jeumpa yang dikukuhkan di Dayah Babussalam Al-Aziziyah, Kamis 1 Agustus 2016


Tusop.com, Bireuen – Sebannyak  80 orang wanita tim pemenangan Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab (Tusop) -dr Purnama kembali terbentuk di Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen. Hal itu disampaikan Tgk Bahri Arani kepada admin Tusop.com, Kamis, 1 Agustus 2016.

Pengukuhan Tim pemenangan ini yang bernama Tim Wantina Peduli Ummat (WPU) Kecamatan Jeumpa ini berlangsung di di Aula Dayah Babussalam Al-Aziziyah Gampong Blang Me Barat Kec. Jeunieb

“Tim yang dikukuhkan Tusop adalah sebanyak 80 orang dari sejumlah 42 gampong di Kec. Jeumpa. Jadi per gampong terdiri dari sebanyak 3-5 orang tim, “ ujar Tgk Bahri.

Adapun Ketua WPU Kec. Jeumpa yang dikukuhkan adalah Ibu Juli Asrina. Dalam pengukuhan ini Tusop ikut memberi motivasi kepada peserta yang hadir.


Dengan pengukuhan ini, berarti tim wanita pemenangan Tusop telah terbentuk di hampir setiap desa di Kabupaten Bireuen. [admin tusop.com]


Rabu, 31 Agustus 2016

Tu Sop: Mukmin Tidak Layak Menangisi Dunianya Yang Masih Kurang


Tusop.com | Bagi seorang mukmin, dunia dengan segala fasilitas yang ada di dalamnya hanyalah tempat persinggahan untuk mencari bekal yang akan dibawa ke negeri nan abadi, akhirat. Maka kerisauan seorang mukmin sejatinya menggelora tatkala memikirkan nasib akhiratnya. Kucuran air mata harus di-tumpah ruah tatkala mengingat pedihnya azab bagi hamba-hamba yang terpedaya dengan kenikmatan dunia hingga lupa akhirat. Sebaliknya, senyuman seorang mukmin sejatinya sumringah tatkala membayangkan indahnya nikmat-nikmat surgawi yang disipakan bagi hamba-hamba yang taat dan senantiasa focus mempersiapkan akhiratnya semasa hidup di dunia.

Oleh karenanya, seorang mukmin sejati tidak layak menangisi dunianya yang masih kurang karena ia masih membutuhkan begitu banyak air mata untuk menangisi akhiratnya yang masih belum menentu. Biarkan dunia dengan segala keangkuhannya mendiskreditkan kita dalam sudut kehinaan (duniawi) karena kita masih kekurangan dunia. Jangan gentar! Karena dunia ini memang diciptakan sebagai ‘negeri kegundahan’. Sebanyak apapun pundi-pundi dunia dikumpulkan hingga kita disanjung-sanjung, diagung-agungkan oleh manusia tetap saja semuanya akan berakhir dengan kematian dan semua sanjungan itu sama sekali tidak memberi manfaat untuk akhirat kita.

Nasib setiap manusia di dunia sudah digariskan. Tidak akan bergeser walau se-inci pun. Seorang manusia yang ditakdirkan berlimpah ruah dunianya maka ia akan mendapatkan kemewahan di dunia. Seorang manusia yang ditakdirkan sempit kehidupannya maka ia tidak akan mampu bergeser dari apa yang sudah ditakdirkan. Namun kelapangan atau kesempitan dalam kehidupan dunia itu bukanlah soal. Kedua-duanya bisa dijadikan fasilitas untuk membangun akhiratnya yang lebih baik. Tetapi inti persoalannya adalah bagaimana bersyukur atas nikmat yang ada dan bersabar atas kesempitan dunia guna menjadikan apapun kondisi kehidupan kita di dunia sebagai modal menggapai kebahagiaan akhirat kelak.


“Jangan buang air mata untuk menangisi duniamua yang masih kurang. Tetapi simpan air mata itu untuk senantiasa bermunajah meminta pertolongan kepada Allah agar kehidupan dunia ini membawa kebaikan bagi akhiratmu”. 

Selasa, 30 Agustus 2016

Tu Sop: Ingin Sukses, Perbaiki Akhlak!

Tu Sop bersama Syeikh Abdurrhman Alahdal, Yaman.

Tusop.com | Sukses erat kaitannya dengan interaksi. Sukses berawal dari kepribadian yang baik. Sebab orang yang memiliki kepribadian yang baik senantiasa disenangi orang-orang di sekelilingnya dan mereka akan tertarik untuk terus berinteraksi dengannya. Sebaliknya, orang-orang yang berkepribadian buruk tidak akan disenangi dan perlahan akan dijauhi dan ditinggalkan oleh orang-orang di sekelilingnya. Maka untuk menjadi orang yang layak sukses, perbaiki akhlakmu.

Demikian pesan yang disampaikan Tgk H. Muhammad Yusuf Abdul Wahab atau biasa disapa Tu Sop kepada ratusan jama’ah dalam pengajian Tauhid Tasawuf dan Tauhid (Tastafi) yang berlangsung malam ini di Mesjid Tgk Batee Timoh, Matang Reuleut, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Selasa 30/8.

Lebih rinci Tu Sop menjelaskan bahwa orang yang memiliki akhlak yang bagus selalu terdorong untuk berbuat baik antar sesama. Sebab dalam doktrin akhlak, seseorang dituntut untuk istiqamah dalam prinsip-prinsip kebajikan walaupun kepada orang yang bersikap baik terhadap dirinya. Dan ini akan menjadi magnet yang dapat menarik keridhaan Allah swt sekaligus simpati orang-orang yang berinteraksi dengannya.

“Saat Rasulullah saw ditanyai oleh sahabatnya tentang pengertian akhlak, beliau mendiskripsikan bahwa akhlak itu adalah memberi kepada orang yang kikir kepada kita, menyanyangi orang yang membenci kita, bersilaturrahmi dengan orang yang memutuskan silaturrahmi dengan kita. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh para sahabat Rasul hingga mereka menjadi orang-orang besar. Bahkan namanya dikenang hingga sekarang”, jelas Tu Sop.

Menurut Tu Sop, orang yang tidak berakhlak cendrung tidak disenangi oleh siapapun. Tidak disenangi oleh Allah saw dan Rasul-Nya, juga cendrung dijauhi oleh manusia. Hal ini dapat diukur dari diri kita sendiri. Bagaimana kita tidak menyenangi orang yang berkepribadian buruk, maka demikian pula orang tidak menyenangi kita saat tidak istiqamah dalam kebaikan. Dan tentunya kita akan ditinggal.

“Maka oleh karena demikian, untuk menjadi orang sukses, perbaiki Akhlakmu. Orang berakhlak adalah orang-orang yang disayang Allah swt. Orang yang disayangkan sang Khaliq, senantiasa disukai para makhluk. Jangan takut berkepribadian baik. Karena dalam sejarah dunia, hanya orang-orang baiklah yang sukses secara paripurna”, tutup Tu Sop.

Malam Ini Tu Sop Isi Pengajian di Matang Reuleut, Peudada

Tusop.com | Malam ini, Selasa 30/8, Tgk H. Muhammad Yusuf Abdul Wahab atau biasa disapa Tu Sop akan mengisi pengajian Tauhid Tasawuf Fiqih (Tastafi) dan disertai Zikir Yadara Di Mesjid Tgk Batee Timoh, gampong Matang Reuleut, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen.

Menurut salah seorang panitia, Tgk Masykur Hasan, pengajian ini dimulai dengan shalat magrib berjamaah. Setelah shalat magrib, kegiatan dilanjutkan dengan samadiah yang dipimpin oleh Ayah Fauzi, Peudada. 

"Kita menghimbau masyarakat yang mengikuti pengajian datang lebih awal. Supaya kegiatan lebih khidmah.", pungkasnya. [admin]

[Testimoni Publik] Memahami Panggilan "TU" Dalam Tradisi Aceh

Tgk H Muhammad Yusuf A. Wahab yang akrban disapa Tu Sop oleh masyarakat. Dan dipanggil Ayah oleh para santri

Oleh: Tgk. Muhammad Iqbal Jalil

Kita sering mendengar sebagian Ulama di Aceh yang dipanggil dengan sebutan "Tu". Sebut saja nama salah seorang Ulama besar Aceh, Abu Tu Min Blang Blahdeh yang dipanggil Tu memiliki nama asli Tgk. H. Muhammad Amin Mahmud. 

Begitu juga dengan Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab, pimpinan Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieub dipanggil Tu Sop. Sekjen HUDA sekarang dipanggil Tu Bulqaini. Panggilan ini mengundang tanda tanya bagi sebagian masyarakat yang belum memahami apa apa sebenarnya di balik panggilan Tu tersebut.

Panggilan Tu sebenarnya sama dengan panggilan Gus di Pulau Jawa. Panggilan ini dinisbahkan kepada anak Ulama sebagai bentuk penghormatan kepada mereka. Abu Tu Min, ayahnya adalah seorang Ulama. Tgk. H. Muhammad Yusuf A Wahab, ayahnya Abu Wahab Hasballah juga seorang Ulama. 

Begitu juga dengan Tu Bulqaini yang merupakan cucu dari Tgk. H. Hanafiah bin Abbas atau biasa dipanggil Teungku Abi, pimpinan Dayah MUDI Mesra Samalanga sebelum Abon Aziz juga seorang Ulama. Hal serupa juga menjadi dasar panggilan Tu yang dinisbahkan kepada keturunan Ulama yang lainnya.

Salah satu bagian dari memuliakan Ulama adalah memuliakan keluarga Ulama. Alkisah, diceritakan dalam kitab Ta'lim Muta'allim bahwa ada seorang Ulama di masa lampau sampai berdiri berkali-kali ketika belajar karena di bawah balai belajarnya sering lalu lalang anak daripada gurunya. Ini menunjukkan betapa para Ulama dahulu memuliakan keluarga dari ahli ilmu hingga mereka menemukan keberkahan dalam hidupnya.

Maka di sini panggilan Tu dimaksudkan agar kita ketika mendengar orang dipanggil dengan panggilan Tu, kita dapat menaruh hormat kepada mereka, karena menghormati mereka adalah bahagian dari menghormati Ulama. Apalagi andaikan mereka sendiri juga sudah menjadi Ulama, maka penghormatan kita kepada mereka tentu harus lebih tinggi lagi.

Akan tetapi di zaman sekarang banyak di antara kita yang kurang memahami tradisi yang sudah diwarisi oleh leluhur kita. Kita kadang-kadang tidak lagi tau siapa yang seharusnya dihormati dan dihargai. Bahkan ada sebagian orang yang berani memandang rendah kepada para Ulama, belum lagi kepada anak dan keluarga mereka. 

Lebih miris lagi ketika sampai pada mengadu domba di antara mereka hanya karena untuk memuluskan kepentingannya. Sungguh ini adalah kebobrokan moral yang sedang dipertontonkan oleh sebagian orang yang barangkali masih kurang memahami yang perlu dibimbing dan dinasehati.

Mudah-mudahan kita tidak melupakan sejarah. Mari kita lestarikan panggilan Tu yang diwarisi oleh leluhur kita agar kita mengenal keturunan dari para Ulama. Dan kemudian kita menghormati mereka sebagai bagian dari menghormati Ulama.

Oleh: Tgk. Muhammad Iqbal Jalil adalah Guru di Dayah Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek, 12 Mei 2014

Sumber: http://www.spiritmuda.net/2016/05/memahami-panggilan-dalam-tradisi-aceh.html

Tu Sop Mengisi Pengajian Di Hotel Syariah Grand Jamee, Medan

Pimpinan Dayah Babussalam Al-Aziziyah, Jeunieb, Bireuen,Tengku H Muhammad Yusuf A Wahab yang akrab disapa Tu Sop mengisi pengajian akhir tahun yang diadakan di Hotel Syariah Grand Jamee, Kota Medan, Kamis (30/12/2015)


Pertama, Pemilik Hotel Syariah Grand Jamee, H Ridwan Yusuf, Putra Bireuen yang sudah lama menjadi warga Medan.

Kedua, Majlis pengajian tersebut diberinama Darul Abrar. “Darul Abrar ini dipimpin Tgk Syafruddin atau sering di sapa para jamahnya dengan panggilan Tgk Medan, Tgk Medan adalah asli orang Melayu yang merupakan alumni di sejumlah Dayah (Pesantren) di Aceh, seperti Kuta Krueng, Mudi Mesra Samalanga, Bireuen, dan sejumlah Dayah lainnya di Aceh.

“Ka Peut thoen beut lagee di Aceh hinoe di Hotel Syariah Grand Jamee” (sudah empat tahun pengajian ala Aceh berjalan di Hotel Syariah Grand Jamee)

1. Semoga pengajian ini bisa terus berlanjut hingga kapanpun,

2. Kita tidak kutip biaya apapun untuk pengajian di aula Grand Jamee Hotel, kita juga terbuka kepada siapa pun yang ingin mempertebalkan ilmu Agamanya.

3. Pengajian ini digelar tiga kali dalam seminggu yaitu, malam Rabu, Malam Kamis dan Malam Jumat

Hotel Syariah Grand Jamee Beralamat di: Jl. Ring Road No.92, Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara 20122. Phone:(061) 8440788

sumber: 
http://organib.blogspot.co.id/2016/01/tu-sop-mengisi-pengajian-di-hotel.html

Comments System

Disqus Shortname

Diberdayakan oleh Blogger.