Rabu, 11 Januari 2017

Pagi Ini Tu Sop Isi Seminar Pendidikan Politik Islam

Tusop.com, Bireuen - Pagi ini, Tgk H. M. Yusuf Abdul Wahab biasa disapa Tu Sop mengisi seminar pendidikan Islam di Le Party, Hotel Matang Raya, Peusangan yang diselenggarakan oleh Gema Aneuk Muda Nanggroe Aceh (GAMNA) Bireuen dan Angkatan Muda Pejuang Kebaikan (AMPK).

Seminar yang bertema "Membangun Politik Bireuen dalam Bingkai Peradaban Islam dan Peran Mahasiswa Dalam Mengawal Kebijakan Pemerintah" ini menghadirkan dua narasumber yang berasal dari kalangan dayah dan kampus. Dari kalangan dayah hadir Tu Sop, sementara dari kampus hadir dosen senior Unimal yang juga pengamat politik Aceh, Amrizal J Prang.

Jumat, 06 Januari 2017

[Testimoni Publik] Antropolog Aceh: Sosok Tu Söp Seperti Al Maududi

Foto dari FB Irhamullah
ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Antropolog Aceh, Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, MA, Ph.D menyebutkan bahwa sosok Tgk. Muhammad Yusuf A. Wahab atau yang akrab disapa Tu Söp merupakan figur seperti Abul A’la al Maududi. Hal itu disampaikan oleh Kamaruzzaman dalam acara bedah buku berjudul “Memperbaiki Orang Kuat, Menguatkan Orang Baik” karangan ulama dayah Aceh, Tgk. Muhammad Yusuf A. Wahab di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Jumat (6/1/2016).

“Beliau mengingatkan saya pada sosok pendiri Jama’at Islami, Abul al-A’la al-Maududi di Pakistan,”ujar penulis buku “Acehnologi” ini.

Antropolog produktif ini juga menambahkan, pendapat tersebut bukan tanpa alasan karena al-Maududi adalah seorang aktivis dakwah sekaligus ilmuwan. Hampir tidak ada perbedaan, Tu Söp dimatanya juga demikian.

“Ini saya sampaikan berdasarkan suara hati saya yang pernah meneliti tentang al-Maududi, saya melihat beliau (Tu Söp) adalah sosok yang sama dengan Maududi. Tu Söp tokoh agamawan, ilmuwan dan juga aktivis dakwah (da’i),” ungkap Kamaruzzaman selaku salah satu pembicara dalam forum yang dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Buku tersebut turut dihadiri dan dibedah oleh Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry; Prof. Dr. H. Syamsul Rijal, M.Ag, Guru Besar Unsyiah; Prof. Dr. Mustanir Yahya, M.Sc, Antropolog Aceh; Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, MA, Ph.D, Redaktur Politik & Hukum; Jocerizal, dan turut dihadiri oleh penulis; Tgk. Muhammad Yusuf A. Wahab serta pandu oleh moderator internasional, Mujiburrizal.[]

Sumber: http://www.acehtrend.co/antropolog-aceh-sosok-tu-sop-seperti-al-maududi/

Rabu, 04 Januari 2017

Malam Sabtu, Tusop Isi Pengajian Tastafi di Mesjid Raya Baiturrahman



Tgk H Muhammad Yusuf A. Wahab yang akrap disapa Tusop direncanakan akan mengisi pengajian Tasawuf, Tauhid, Fikih (Tastafi) di Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Pengajian bulanan Tastafi ini akan berlangsung pada Jum’at malam (malam sabtu) setelah shalat ‘Isya, 6 Januari 2017. 

Kepastian Tusop mengisi pengajian Tastafi ini disampaikan Tusop kepada Admin tusop.com, Rabu (4/1/2017).

“Iya, insya Allah saya akan hadir mengisi pengajian Tastafi di Mesjid Raya Baiturrahman, “ujar Tusop.
Menurut Tusop, tema pengajian Tastafi yang akan disampaikannya yaitu “Peran Tasawuf dalam memperbaiki moral dan membangun bangsa.Tusop akan mengisi pengajian Tastafi karena Abu Mudi yang sedianya akan mengisi pengajian namun berhalangan karena berangkat Umrah ke Saudi Arabia.

Selain akan mengisi pengajian Tastafi, Tusop yang merupakan Ketua I Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) ini pada hari Jum’at siang direncanakan juga akan menghadiri bedah bukunya yang berjudul “Memperbaiki Orang Kuat, Memperkuat Orang Baik”. 

Bedah buku ini menghadirkan wartawan, akademisi UIN dan Unsyiah. [Admin]

Kamis, 03 November 2016

Tu Sop Rilis Buku Kecil "Menerobos Jalan Terjal Menuju Surga"


TUSOP.COM, Bireuen – Berdakwah tiada habisnya. Berbagai cara harus ditempuh untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan perbaikan bagi umat. Agar nilai-nilai dakwah tersampaikan secara utuh dan merata kepada umat, dakwah harus dikemas sedemikian rupa mengikuti perkembangan zaman. Untuk itu, butuh kreatifitas dan inovasi agar dakwah tetap eksis dan mudah diterima oleh berbagai elemen umat.

Tgk H. Muhammad Yusuf Abdul Wahab, atau biasa disapa Tu Sop terus berinovasi dalam berdakwah. Setelah mendirikan Dayah Multimedia dan Radio Yadara FM, 92,8 MHz, belakangan, sosok yang juga aktif berdakwah di kalangan pejabat dan politisi ini juga mulai menulis buku. Hingga sekarang, Tu Sop sudah menulis dua buku. Pertama buku berjudul “Memperbaiki Orang Kuat dan Menguatkan Orang Baik” yang dirilis pada awal tahun 2016 dan terakhir, beliau juga menulis buku kecil berjudul “Menerobos Jalan Terjal Menuju Surga”.

Buku “Menerobos Jalan Terjal Menuju Surga” merupakan buku kecil yang ditulis Tu Sop sebagai pengantar pengajian kitab Minhajul ‘Abidin, karya hujjatul Islam Imam Al-Ghazali, suatu wadah pengajian dan zikir yang mulai dirilis Tu Sop sejak tahun 2014. Buku tersebut dimaksudkan menjadi gambaran awal bagi jamaah pengajian dalam memetakan inti-inti pembahasan dalam kita terakhir karangan Imam Al-Ghazali tersebut.

“Buku kecil ini sejatinya tidak diperuntukkan untuk meningkatkan kemampuan intelektualitas pembaca. Akan tetapi kehadiran buku ini penulis harap dapat menjadi pondasi awal terbangunnya sebuah persepsi yang tepat dan benar tentang makna dan tujuan inti dari kehadiran kita di permukaan bumi ini”, tulis Tu Sop di buku yang di edit oleh murid beliau Tgk Ihsan M. Jakfar. (Admin tusop.com)

Senin, 31 Oktober 2016

Tu Sop: Hadapi Fitnah Dengan Senyum dan Doakan Mereka Agar Insaf


TUSOP.COM, Jeunieb - “Bagi orang beriman, dunia tidak diciptakan sebagai tempat berbangga-bangga dengan segala pujian dan sanjungan dari orang-orang disekeliling kita. Tetapi dunia adalah medan perjuangan untuk menggapai keridhaan-Nya yang harus dimenangkan walaupun harus mengarungi lautan fitnah, celaan dan cemoohan dari seluruh manusia di muka bumi sekalipun. Maka jangan pernah panik saat dihujani fitnah. Jangan goyah saat diterpa celaan dan cemoohan. Karena sebaik dan sesempurna apapun seorang manusia, tetap saja ia tidak akan pernah pernah disukai oleh semua orang”

Begitulah pesan Tgk H. M. Yusuf Abdul Wahab, sosok yang oleh para santri biasa disapa Ayah Sop, kepada para santrinya dalam pengajian rutin di dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Ba’da Ashar, Minggu, 30 Oktober 2016. Pengajian yang diikuti oleh santri-santri senior dan dewan guru Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb ini mengkaji salah satu kitab agung karya Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin.

Lebih lanjut sosok yang oleh masyarakat luas biasa dipanggil Tu Sop Jeunieb ini juga mengingatkan bahwa dunia ini tidak akan pernah steril dari fitnah memfitnah. Sejak era Rasulullah saw hingga sekarang, virus ini selalu membayang-bayangi umat. Terlepas dari kronis tidaknya. Yang jelas ia selalu ada.

“Jangankan diera kita yang sudah begitu jauh dari era terbaik dalam perjalanan umat, yaitu era Rasul dan Sahabat, pada era Rasulullah saja fitnah memfitnah ini sudah ada. Bahkan Rasulullah saw sendiri kerap menjadi sasaran fitnah kaum jahiliyah yang merasa terganggu dengan kehadiran Rasul membawa misi ilahiyah. Jika Rasulullah saja difitnah, mengapa kita harus panik saat difitnah. Bukankah kita hanya manusia biasa yang sangat jauh dari kesempurnaan yang dimiliki Rasulullah?”, tanyanya menegaskan.

Terkait persoalan fitnah, Ayah Sop menyakinkan, bahwa sejatinya fitnah sama sekali tidak berbahaya bagi yang terkena fitnah, tetapi ia sangat beresiko bagi yang melakukannya. Fitnah tidak akan mampu merubah yang baik menjadi buruk. Kebaikan akan bernilai kebaikan walupun manusia sepakat mengatakannya kejahatan. Dan yang buruk tetap saja buruk walaupun semua manusia bersepakat mengatakannya baik.  


“Maka dari itu, kita harus tetap komit pada kebaikan walau sedang berada dalam pusaran fitnah. Hadapi fitnah dengan senyum. Balaslah fitnah itu dengan memanjatkan doa kepada Allah agar mereka yang terjebak didalamnya insaf dan kembali ke jalan yang lurus. Jangan panik menghadapi fitnah sehingga menyeret kita dalam perilaku yang sama jahatnya. Apalagi membalas fitnah dengan caci maki. Sebab jika demikian dimana bedanya kita dengan mereka?”, ajar sosok yang pernah belajar pada Syeh Sayed Muhammad Ali, Mekkah Al-Mukarramah ini.

Kamis, 27 Oktober 2016

Tu Sop Sampaikan Visi Misi di Paripurna Istimewa Dewan

TUSOP.COM, Bireuen - Calon Bupati Bireuen nomor urut 3, Tgk H. M. Yusuf Abdul Wahab didampingi calon wakilnya, dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG, pagi ini, Jum'at 28 Oktober 2016, menyampaikan visi misi di depan sidang paripurna istimewa yang digelar di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen.

Selain Tu Sop, turut hadir menyampaikan visi misi empat calon lainnya. Masing-masing pasangan H. Ruslan- Amiruddin-Ridwan Khaled, Khalili-Yusri dan Tgk Batee-Azwar.

Dapat Nomor 3 dari 5 Calon, Ini Kata Tusop


Pasangan Tusop dan dr Pur dalam Pilkada Bireuen


Banda Aceh - Setelah penrikan nomor yang dilakukan di kantor DPRK Bireuen, dari sejumlah lima pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Bireuen, pasangan Tusop-dr Pur mendapat nomor urut tiga. Dengan demikian pasangan ini berada di tengah-tengah antara empat calon lainnya.

Ketika Admin Tusop.com bertanya apa makna nomor urut tiga, ulama yang memiliki nama lengkap Tgk.H. Muhammad Yusuf A. Wahab ini mengatakan, ada hikmah filosofis dengan nomor urut tiga ini.

“Dengan mendapatkan nomor urut tiga dari lima pasangan kandidat di Bireuen,  berarti kita berada di tengah-tengah antara empat kandidat lainnya, “ ujar Tusop.  
Sambil bercanda Tusop membandingkan nomor urut tiga ini dengan hadis Nabi, “Khairul Umur Ausatuha”, atau ‘sebaik-baik urusan adalah di pertengahan”. Jadi nomor urut tiga adalah sebaik-baik urusan. Merupakan solusi, “ ujar Tusop.
 
Betul kata Tusop, nomor tiga adalah sesuatu yang identik dengan minimal tingkat kesempurnaan. Dalam shalat kita membaca tasbih sebanyak tiga kali yang fungsinya adalah untuk penyempurnaan.

Jadi, nomor urut tiga untuk Bireuen yang lebih baik. [admin Tusop.com]

Senin, 24 Oktober 2016

Tu Sop - dr. Pur Nomor Urut 3

TUSOP.COM, Bireuen - Pasangan calon Bupati Bireuen jalur independen, Tgk H. M. Yusuf Abdul Wahab - dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG (Tu Sop-dr. Pur) mendapatkan nomor urut 3 pada prosesi pengambilan nomor urut calon Bupati Bireuen di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen, Selasa 25 Oktober 2016.

Sementara empat pasangan lainnya, masing-masing, Harus Jadi nomor urut 1, Amiruddin-Ridwan Khalid nomor urut 2, Khalili-Yusri nomor urut 4, dan terakhir Tgk Batee-Azwar nomor urut 5.

Kemaren Ditetapkan, Pagi Ini Tu Sop Hadiri Pengundian Nomor Urut

TUSOP.COM, Bireuen - Setelah resmi ditetapkan sebagai pasangan calon Bupati Bireuen dari jalur perseorangan pada Senin pagi, 24 Oktober 2016, pagi ini, Selasa 25 Oktober 2016 pasangan Tgk H. Muhammad Yusuf Abdul Wahab dan dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG (Tu Sop - dr. Pur) menghadiri kegiatan pengundian nomor urut pasangan calon yang diselenggarakan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Bireuen.

Sebagaimana ditetapkan KIP, pengundian nomor urut merupakan tahapan Pilkada sebelum memasuki masa kampanye yang dijadwalkan dimulai akhir Oktober. Setelah memasuki masa kampanye, kegiatan dan atribut kampanye calon akan ditertibkan.

"Pada prinsipnya kita siap mengikuti semua tahapan Pilkada. Dan insya Allah, niat yang tulus akan menjadi sumber energi yang tidak akan pernah habis", cetus Tu Sop.

Kamis, 20 Oktober 2016

[Galeri Foto] Tu Sop Coffee Morning Dengan Tokoh dan Aktivis Muda

TUSOP.COM, Bireuen – Kandidat calon Bupati Bireuen dari jalur independen, Tgk H. Muhammad Yusuf Abdul Wahab atau biasa disapa Tu Sop Jeunieb menggelar coffe morning dengan sejumlah tokoh masyarakat, aktivis muda dan mahasiswa di Chek Dun Coffee Shop, Bireuen, Jum’at pagi, 21 Oktober 2016. Tu Sop didampingi calon wakilnya, dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG. Dalam pertemuan tersebut, Tu Sop memaparkan sejumlah hal terkait latarbelakangnya maju sebagai calon Bupati Bireuen, persoalan yang dihadapi Aceh dan Bireuen serta strategi untuk menghadapinya.

Berikut fotonya:
Tu Haidar Abu Tumin tampak ikut mendapingi Tu Sop
Tu Sop didampingi dr. Pur menyampaikan orasi politik di hadapan seratusan audien




Comments System

Disqus Shortname

Diberdayakan oleh Blogger.