Minggu, 05 Februari 2017

Tu Sop: Saya Maju dari Jalur Independen untuk Persatukan Ummat


Tu Sop dan dr Pur

      Tusop.com, Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab di halaman Fanspage Facebooknya mengatakan, beliau maju sebagai sebagai calon Bupati Bireuen lewat jalur independen salah satunya adalah untuk mempersatukan semua aliansi dan faksi partai politik. 

          “Jadi, sejak dari awal saya sudah memutuskan untuk tidak mendaftar melalui jalur partai politik. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pertimbangan yang matang dan kajian mendalam tentang anatomi pemerintahan dan perpolitikan selama ini. Intinya, seluruh potensi negatif yang digambarkan oleh pihak-pihak tertentu sudah dianalisa dan dikaji lebih dahulu, “ ujar Tu Sop mengawali penjelasannya.

          Justru, kata Tusop, maju lewat jalur independen merupakan sikap solutif yang bermanfaat bagi realisasi persatuan ummat.

          “Justru sebuah sikap cerdas dan solutif sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak, sekaligus mempersatukan semua aliansi dan faksi dari berbagai partai sehingga memberikan manfaat bagi realisasi persatuan ummat dan masa depan bangsa, “ kata Tusop. [bahri]


Berikut pernyataan Tu Sop di halaman Facebooknya.


Jalur Independen Bagi Saya Adalah Inisiatif, Bukan Alternatif

          Banyak yang bertanya kenapa saya maju sebagai calon Bupati Bireuen melalui jalur independen, bukan jalur partai. Terakhir pertanyaan ini juga muncul saat debat Calon Bupati dan Wakil Bireuen beberapa waktu lalu. Maju lewat jalur independen bukan alternatif, melainkan inisiatif dan pilihan pribadi dan tim. Jadi, sejak dari awal saya sudah memutuskan untuk tidak mendaftar melalui jalur partai politik. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pertimbangan yang matang dan kajian mendalam tentang anatomi pemerintahan dan perpolitikan selama ini. Intinya, seluruh potensi negatif yang digambarkan oleh pihak-pihak tertentu sudah dianalisa dan dikaji lebih dahulu.

          Namun demikian, Saya pribadi alhamdulillah selama ini selalu beinteraksi dengan legislatif, dan di semua partai. Di lapangan, dalam interaksi saya dengan para politisi lintas partai politik, saya memahami bahwa masih banyak di antara mereka yang memiliki pikiran yang positif. Masih banyak di antara mereka yang berperilaku baik dan masih berfikir untuk masyarakat. Baiklah, saya ingin menjawab lebih runut tentang eberapa pertimbangan saya maju lewat jalur independen. 

          Pertama, keputusan ini untuk menghindari berkeseblasan bagi keseblasan partai. Sementara semua partai berkewajiban membela semua rakyat, tanpa memilih dari partai mana. 

          Lebih dari itu, juga untuk menghindari sebuah “konspirasi” antara penguasa dan partai penguasa menjadi sebuah “konspirasi” antara eksekutif dan legislative yang menjadi mafia kekuasaan untuk agenda-agenda yang tersembunyi dan terselubung yang merugikan rakyat, dimana ini didalangi dari belakang untuk kepentingan personal atau kelompok. Semua rakyat mengharapkan penguasa dan pemimpin berkuasa untuk mewujudkan kemaslahatan rakyat, bukan untuk kepentingan kelompok.

          Kedua, masih banyak kawan saya di legislative yang pro rakyat. Tetapi realitasnya mereka sulit berkiprah karena dikendalikan oleh kelompok-kelompok tertentu. Maka kemudian, jalur independen lah sebagai salah satu strategi dan syarat bagi saya untuk melepaskan dari belenggu-belenggu tersebut demi kemaslahatan masyarakat banyak.

          Oleh sebab itu, maju lewat jalur independen sesungguhnya bukanlah kekurangan dan kelemahan. Justru sebuah sikap cerdas dan solutif sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak, sekaligus mempersatukan semua aliansi dan faksi dari berbagai partai sehingga memberikan manfaat bagi realisasi persatuan ummat dan masa depan bangsa.

          Ketiga, ada yang bertanya, bagaimana seandainya dalam menjalankan pemerintahan lalu dikriminalisasi oleh pihak-pihak tertentu. Pertama harapan saya mjudah-mudah itu tidak terjadi kalau memang sama-sama pro rakyat dan membela kepentingan dan masa depan mereka. Bagi saya, seandainya setiap program pro rakyat yang kami cetuskan dikriminalisasi, maka itu sama saja dengan membunuh prospek masa depan mereka sendiri, karena mereka pasti akan ditinggalkan oleh rakyat. Tapi sekali lagi, saya yakin tak ada yang ingin ditinggalkan oleh rakyat. Wassalam
         
Tertanda,
Tgk H Muhammad Yusuf A. Wahab
Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb, Bireuen

Selasa, 31 Januari 2017

Orasi Politik di Kuta Blang, Tu Sop: Politik Kotor, Tapi Jangan Dibiarkan Terus Kotor





          Bireuen – Pada hari Sabtu tanggal 28 Januari 2017, Tu Sop kembali berorasi di lapangan Kuta Blang Kab. Bireuen dan dihadiri 3000 lebih masyarakat. Sebelum Tu Sop berorasi, Tgk Nasruddin Judon (Abi Nas) selaku Ketua Tim pemenangan Tu Sop-dr Pur memberi pencerahan kepada jama'ah. Abi Nas mengatakan, sebagaimana yang sudah kita maklumi disaat Tu Sop mencalonkan diri sebagai bupati Bireuen berbagai macam tanggapan timbul. Ada yang setuju ulama berpolitik dan juga ada yang tidak sependapat bila ulama berpolitik praktis, baik dari kalangan masyarakat sendiri atau dikalangan tokoh-tokoh agama.
         
          “Tetapi untuk kita yang hadir malam ini, mungkin ini telah kita mengerti bersama bagaimana Islam itu menuntun pemimpin ummatnya. Mungkin untuk kita yang barangkali pernah berjama'ah di masjid-masjid atau menasah, hampir setiap saat imam shalat membacakan do'a sebagai harapan pada Allah, apa do'a ?

ربنا لاتسلط علينا بذنوبنا من لا يخافك ولا يرحمنا

          Ya Allah jangan engkau berikan pemimpin-pemimpin pada kami dengan sebab dosa kami orang-orang yang tidak takut pada engkau dan juga tidak mencintai kami, “. Kata Abi Nas sembari membaca do’a tersebut.
         
          Setelah orasi Abi Nas, kemudian orasi politik dilanjutkan oleh Tu Sop sendiri kandidat Bupati Bireuen no urut 3 berpasangan dengan dr Purnama.

          “Malam ini saya berbicara dengan hati semoga yang menerima untaian kata-kata saya juga dengan hati juga. Di saat saya bersama dengan dr Pur mendeklarasikan diri berbagai tanggapan hadir di berbagai kalangan. Hadiri ini saya hadir mencalonkan diri sebagai Bupati bukan karena cinta dan loba akan jabatan, bukan karena ingin menambahkan kekayaan apalagi dengan harta haram "Tu Sop uro nyoe ka glah-glah pajoh, hana payah pajoh glah-glah", ujar Tu Sop.                       

          Hari ini kata Tu Sop, kita lihat dengan kasat mata, mayoritas masyarakat hilang kepercayaan kepada politik. Seakan-akan semua yang calon bupati hari ini cinta jabatan, dan ingin menambah kekayaan. Kata Tu Sop, memang tidak salah pemahaman masyarakat karena memang ini prilaku politik hari ini. Tetapi hari ini saya hadir kedunia politik mencalonka diri sebagai Bupati Bireuen yang pertama ingin menyampaikan dakwah politik, sudah cukup politik-politik kotor yang menyesatkan ini di negeri kita.
         
          “Mari kita sama-sama berpikir bagaimana menyusun perencaan agar negeri kita kuat. Mari berpikir untuk anak cucu kita sebagai generasi masa depan yang akan hidup di negeri ini setelah kita tiada. Bagaimana kita jadikan negeri ini sebagai tempat yang nyaman untuk mereka, nyaman ekonominya, nyaman prilaku dan akhlaknya, “ ujar Tu Sop.                       

          Tu Sop mengatakan, saat ini ada yang beranggapan politik itu kotor tidak cocok Tu Sop berpolitik takut terkotori Tu Sop nantinya. Malam ini saya katakan hari politik kotor maka saya hadir untuk mempersihkan. Kotor itu jangan dibiarkan untuk terus kotor, dan juga tidak boleh membuat semakin kotor. Maka jika kita sepakat politik itu kotor mari kita sama-sama hadir untuk membersihkan, kata Tu Sop lagi.
         
          Jika kotor maka harus hadir orang-orang bersih yang tujuan ingin membersihkan, jangan kita biarkan hadir orang yang tidak ingin membersihkan yang kotoe itu, sekalipun semuanya sepakat bahwa iti kotor tapi melarang orang baik untuk membersihkan. Maka kehadiran saya ingin katakan bahwa politik ini bukan untuk mencari lahan kerja, tetapi bagaiman berpikir agar negeri ini kuat dan generasi bangsa ini tidak lemah dalam persaingan global, “ tandas Tu Sop lagi.

          Negeri kita kata Tu Sop hari ini tidak jadi solusi untuk bangsa kita sendiri. kenapa malaysia bisa? Disamping menjadi solusi untuk bangsanya juga jadi solusi untuk bangsa lain. Ini yang perlu kita pikirkan sama-sama jangan sampai anak cucu kita nanti jadi babu-babu cina, jadi budak bangsa lain.                       

          “Ini yang ingin saya sampaikan. Bahwa beginilah politik yang sesuai dengan prilaku Islam. jika kita sepakat, maka InsyaAllah politik-politik kotor itu akan tutup toko di negeri kita karena lewat kecerdasan rakyat dalam berpolitik. Mari sama-sama berjuang dengan harapan sebagai amal kebaikan dan pahala, “ tandas Tu Sop. [bahri/admin]

Orasi di Gandapura, Tu Sop Berpesan Kepada Tim untuk Memaafkan Para Pencaci




          Bireuen – Saat menyampaikan orasi politik di Lapangan Pulo Gisa Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Tgk. H. M. Yusuf Abdul Wahab (Tu Sop) yang berpasangan dengan dr Purnama mengatakan, hari ini kita harus membuka pola pikir agar semua kita tidak terjebak dalam politik-politik kotor. Tidak termakan dengan politik fitnah dan adudomba. Hari ini saya diserang. Ada yang katakan untuk apa Tu Sop berkecimpung dalam dunia politik. Tidak cocok orang-orang baik ke dunia politik. Kata Tu Sop lagi, juga ada yang katakan Tu Sop itu orang jahat.

          “Jadi saya bingung, entah mana yang benar. Apakah saya benar orang baik atau jahat. Tetapi yang intinya semua isu-isu yang berkembang adalah untuk menghadang Tu Sop maju di Pikada Bireuen, “ ujar Tu Sop menjelaskan dihadapan ribuan masyarakat yang hadir, Kamis, 27 Januari 2017.

          Tu Sop menjelaskan, aneh politik hari ini. untuk menghadang Tu Sop berbagai macam pola pikir politisi terbaca. Ada yang katakana begini, Tu Sop itu kan ulama, negeri ini berdasarkan Pancasila dan UUD 45, bukan berdasar Al-Qur'an dan hadis. Jadi sudah sangat lucu, karena mendapat jabatan berbagai macam cara disampaikan untuk pembodohan rakyat.

          “Jadi saya jawab jika negara ini bukan Al-Qur'an dan Hadist apakah mesti berdasarkan Injil ? Jika ingin berpolitik mari berpolitik secara cerdas. Jangan sampai dimusim politik hanya untuk membodoh-modohi rakyat, mengumpat dan memfitnah. Seolah-seolah di musim politik dosa itu sudah hal biasa, “ kata Tu Sop lagi.

          Tu Sop menambahkan, beliau siap berdialog dengan siapa saja. bagaimana cara perpolitikan yang sebenarnya. Kata Tusop, Saya maju di Pilkada Bireuen mencalonkan diri sebagai Bupati hanya sebagai instrument. Banyak strategi ke depan harus kita rencanakan. Maka pada kesempatan ini saya ingin mengajak hadirin sekalian supaya menjadi tentara-tentara yang memperjuangkan kebaikan.

          Menurut Tu Sop, di setiap kesempatan ia selalu berpesan kepada tim dan simpatisan, bahwa kita tetap berada digaris ilmu. Jangan mengumpat dan memfitnah jika orang lain menfitnah kita tugas kita hanya sabar, dengan banyak orang yang fitnah kita berarti Allah telah membuka bagi kita jalan untuk tambahan amal dan fahala, tugas kita hanya sabar. Tujuan kita jangan terlupakan bahwa arus kebaikan dan perbaikan harus semakin kuat. Disempatan ini saya katakan jika pergerakan ini ada nilai-nilai kebaikan mari sama-sama kita perjuangkan.

          “Selama lidah saya ini masih bisa bergerak kebaikan ini akan terus saya katakan, maka saya pesan kepada guru-guru pengajian mari kita mengajar politik untuk rakyat, sehingga kejahilan politik tutup toko di negeri kita. Kita Ahlussunnah Waljama'ah semua sepakat bahwa ilmu yang kita pelajari silsilahnya sampai ke Rasulullah SAW, tetapi kenapa disaat berpolitik silsilahnya justru merujuk pada Snouck Hugronje yang memisahkan agama dengan politik, “ ujar Tu Sop.                     

          Maka, kata Tu Sop lagi, saya berpesan jika pergerakan ini sudah cocok mari kita sampaikan kepada yang lain, dan wasiat pada anak cucu kita bagaimaca politik yang benar yang sesuai dengan agama dan ilmu.

          “Akhirnya khusus untuk para tim, jangan mengumpat, jangan memfitnah, kita harus takut dosa, maafkan mereka yang caci kita, do'akan semoga Allah mengampuni dosa mereka, do'akan semoga Allah memberi hidayah untuk mereka, kita hanya bisa berharap semoga Allah memberi petunjuk untuk mereka, karena kita yakin setiap orang punya kesempatan jadi orang baik. Walau sejahat apapun mereka, semoga mereka juga menjadi teman kita, dalam politik ini tidak ada musuh yang ada hanya persaingan, saingan ini pun sebentar lagi selesai, “ pungkas Tu Sop. [bahri/admin]

Orasi di Gp Tunong Peudada, Tu Sop: Koq Ada Pendakwah Naik Panggung untuk Mengumpat?



 
Tu Sop - dr Pur dihadapan jamaah di Meunasah Tunong Kec. Peudada, Bireuen
          Bireuen – Calon Bupati Bireuen periode 2017-2022 Tgk H. M. Yusuf Abdul Wahab (Tu Sop) no urut 3 yang berpasangan dengan dr Purnama Setiabudi kembali menyampaikan orasi politiknya. Kali ini Tu Sop menyampaikan orasi politiknya di Gampong Meunasah Tunong, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Senin, 30 Januari 2017.

          Dalam orasinya, Tu Sop menyampaikan, apabila rakyat ini salah dalam berpolitik akan jadi malapetaka untuk anak generasi kita di masa depan, maka kita jangan tertidur, sama-sama harus tau apa yang akan kita hadapi kedepan. Hari ini, kata Tu Sop,  persoalan kita hari ini bukan siapa yang jadi Bupati Bireuen ke depan. Seandainya tidak ada Tu Sop Bupati itu tetap ada. 

Akan tetapi, kata Tu Sop, yang penting malam ini kita harus mengerti bagaimana cara berpolitik yang sesuai dengan ilmu dan syari'at Islam agar berpolitik kita tidak menumpuk dosa. Dan bagaimana disaat pikiran dan tenaga kita kerahkan untuk berpotik agar dapat pahala.  Sebab, kata Tu Sop, orang beriman itu cinta pahala dan benci dosa dan maksiat.
                    
          “Yang penting malam ini tumbuh kesadaran baru, di Jakarta PKI mulai bangkit kembali. Maka saya terharu saat mendengar Abu Kuta Krueng mendo'akan kemenangan kami. Beliau sudah sangat mengerti bahwa PKI mulai bangkit. seolah-olah beliau tahu bagaimana jeritan batin hati Tu Sop ini, “ ujar Tu Sop.  

          Tu Sop juga kembali menegaskan, mungkin hari ini banyak yang bertanya kenapa Tu Sop maju mencalonkan diri sebagai Bupati Bireuen.  Menurut Tu Sop, beliau saya sudah cukup alasan untuk terlibat dalam Politik dan mengikuti Pilkada Bireuen.

          “Empat tahun saya masuk dalam anatomi pemerintahan saya sudah tau bagaimana dimana sebenenarnya kelemahan para penguasa dan pengambil kebijakan di negeri ini. Sebenarnya Aceh itu bukan tidak ada orang cerdas, tapi negeri kita miskin orang baik dan miskin pecinta kebaikan. Maka selama yang saya lakukan ini ada nilai ibadah dan tidak bersalah dengan aturan negara,  saya tidak akan berhenti untuk terus saya sampaikan dakwah ini, “ kata Tu Sop menjelaskan.

          Tu Sop menambahkan, ketika saya hadir, entah ada yang terganggu sehingga ramai-ramai mengumpat dan memfitnah Tu Sop. Mereka bikin panggung, ajak masyarakat dan sewa pendakwah hanya untuk memfitnah dan mengumpat Tu Sop - dr Pur.

          “Saya rasanya tersenyum kok ada pendakwah naik panggung mengumpat dihadapan pendengar. Entah kitab apa yang beliau pelajari. Entah ilmu dari mana yang dia dapatkan. Maka saya hanya ingin berpesan kepada kita semua, hindari mengumpat dan fitnah. Dan jika orang lain mengumpat kita, maka tugas kita sabar dan mengambil pahala, “ ujar Tu Sop.

          Tu Sop menambahkan, sebenarnya sudah dari dulu beliau berfikir bagaimana bangsa ini harus kuat, ekonominya harus bangkit. Maka Tu Sop berfikir membangun ekonomi jaringan lewat YADARA.

          “Sekalipun hari ini saya pun dituduh makan uang YADARA. Na'uzubillah. Jumlah saham YADARA yang terkumpul dari awal sebanyak 1,8 M, dan hingga hari ini aset YADARA mendapai 7 M. Tetapi harus kita sadari semua firnah ini hanya untuk menghalangi Tu Sop. Kita semua tetap pada garis-garis ilmu, dalam keadaan bagaimanapun harus takut dosa. berpolitiklah yang berPahala dan mengundang rahmat Allah Swt, “ pungkas Tu Sop. [bahri/admin]

Orasi di Gp Krueng Jili, Tu Sop: Agama Lemah Karena Penguasa Bukan Pecinta Kebaikan

Massa di Gp Krueng Jili, Kec. Kuala Bireuen


          Bireuen – Calon Bupati Bireuen periode 2017-2022, Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab menyampaikan orasi Politik di Lapangan Gp Krueng Jili Barat Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Jum’at (28/1/2017). Kampanye dialogis dan Orasi politik ini dihadiri oleh ribuah masyarakat sekitar.  

          Diawal orasinya, Tu Sop menyampaikan, sebelum lebih lanjut saya beebicara maka pertama harapan kita bersama semoga perkumpulan kita malam ini ada manfaat untuk kita, untuk masa depan anak cucu kita baik dunia maupun akhirat. Mungkin banyak tanda tanya kenapa saya hadir ke panggung politik, tidak cocok dan tidak Layah seorang Tu Sop jadi bupati, tetapi sama-sama kita sadari dunia perpolitikan hari ini penuh dg kejahilan, maka jika kita sepat politik penuh dengan kemungkaran dan kejahilan mari kita bangkit untuk memperbaiki. Maka hari ini Tu Sop naik kepanggung politik pertama ingin menyampaikan dakwah politik, bagaimana politik yang dilakoni ummat Islam harus bisa dipertanggungjawabkan kepada Allah.

           Maka, kata Tusop, saya sampai kapanpun kalau lidah ini masih bisa bergerak akan terus saya sampaikan dakwah politik ini, bagaimana sebenarnya ummat Islam berpolitik, politii  bagaiman yang bisa mendatangkan rahmat Allah Swt dan berfahala.  Menurut Tu Sop, kita bisa mengenang masa lalu nenek moyang kita. Kenapa mereka memerang Belanda? Atas dasar apa mereka berjuang walau nyawa harus melayang? Tentunya semangat mereka hanya dikarenakan darah-darah mereka pecinta kebaikan, hanya ingin mencari ridha Allah, menambah amal dan pahala. 

          “Kita yang sudah tua-tua mungkin masih teringan Abu Tanoh Mirah seorang tokoh Ulama Aceh, sampai akhir hayatnya sebagai jurkam PPP. Maka kedatangan saya malam ini ke Gp Krueng Juli Barat ingin memberi tau bagaimana politik-politik yang berpahala dan mana politik yang mendatangkan malapetaka dan murka Allah Swt, " ujar Tu Sop.

          Tu Sop yang mengutip Imam Al-Ghazali mengatakan, agama tanpa kekuasaan akan hilang, kekuasaan tanpa agama akan hancur. Tidak ada pemisahan politik dengan agama, agama mengatur kekuasaan dan kekuasaan memperkuat agama. Tanpa agama semuanya akan hancur.

          “Bisa kita lihat dengan kasat mata hari ini, bagaimana pola pendidikan ummat Islam hari ini, pendidikan hanya sebatas belajar mengajar, 12 tahun anak kita dibangku sekolah belum kita pastikan mereka selesai 3 ilmu Fardhu Ain. Kenapa hal ini bisa terjadi ? Kekuatan agama dan ilmu agama tidak bisa mempengaruhi dunia pemerintahan. Ulama sebagai penasehat pemerintah hanya sebagai simbol saja. Artinya, ilmunya para ulama tidak bisa terintegrasi dalam dunia pemerintahan, “ ujar Tu Sop.

          Tu Sop menambahkan, tidak ada kebijakan-kebijakan pemerintahan hasil musyawarah dengan ulama. Program yang dihasilkan oleh BAPPEDA bukan hasil diskusi dan konsultasi dengan majelis MPU atau ulama. Sehingga agama ini semakin lemah karena yang ambil andil dalam kekuasaan bukan ahli agama dan juga bukan pecinta kebaikan. Kita sebagai ummat Nabi Muhammad berkewajiban menerapkan amar ma'ruf nahi mungkar, maka kita juga harus sepakat untuk memerangi kesesatan dan kejahilan politik yang sudah jadi rahasia umum.                       

          “Maka kehadiran saya hanya untuk kebaikan tidak sedikit pun berencana menganianya siapa-siapa. Saya hadir hanya untuk kebaikan kita dan anauk cucu kita dunia akhirat. Maka yang sangat saya inginkan bagaimana masyarakat Bireuen harus cerdas, tidak termakan dengan kejahilan politik, tidak tergiur dengan politik-politik pencitraan hanya sebagai bayang-bayang. Maka kalau kita kompak dan sepakat dengan pergerakan ini InsyaAllah Bireuen ini akan bangkit. Dan saya yakin Bireuen akan jadi contoh untuk kabupaten lain, “ kata Tu Sop meyakinkan.

          Tu Sop melanjutkan, harus kita sadari jika kita ummat Islam mampu mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan maka dunia islan akan jadi perencanaan orang lain, yaitu mereka yang bukan Islam, jika nilai-nilai tidak ada dalam aturan untuk ummat Islam, maka ummat Islam harus hidup dalam aturan-aturan yang tidak terintegrasi nilai-nilai Islam. Sungguh sangat kita sayangkan jika dalam negeri seperti ini kita hidup, jauh dari aturan Islam.


          “Maka bagaimanakah anak cucu kita depan, apakah mereka akan dijajah dalam sistem global, masihkah mereka beraqidah seperti aqidah kita ? Ini yang sangat kita khawatirkan kedepan. Maka semuanya ada kekuatan pada kekuasaan. Jika kekuasan itu disandang oleh orang baik maka kebaikan itu akan kuat, dan jika kekuasaan itu dipegang oleh mereka yang bukan pecinta kebaikan selalu ada alasan untuk tidak menjalan kebaikan, maka jika kita ingin menyelamatkan agama dan kebaikan butuh kekuasaan yang ada ditangan-tangan orang baik, tidak mungkin kita harap kebaikan pada yang tidak cinta kebaikan, “ ujar Tu Sop berapi-api.

          Maka mulai malam ini hingga seterusnya, kata Tu Sop, hal yang paling penting,  hadirlah untuk merebut kekuasaan dan juga hadir untuk memperbaiki kekuasaan. Semoga kehadiran kita menjadi kekuatan untuk memperkuat agama dan juga untuk memperkuatan kebaikan.

          “Jika konsep ini menjadi agenda kita maka InsyaAllah bangsa kita akan bangkit. Kedepan anak cucu kita akan hidup di negeri yang nyaman, nyaman ekonominya, nyaman agamanya, aqidah dan prilakunya, dan inilah harapan terbesar dalam kita menjalani kehidupan dunia ini , “ pungkas Tu Sop. [bahri/admin]

Jumat, 27 Januari 2017

Isi Pengajian Tastafi di Dayah Nurul Hidayah, Tu Sop: Jika Ingin Bahagia, Tenang dan Senang, Tawakkallah!

Pengajian Tu Sop di Dayah Nurul Hidayah, Kamis malam (26/1/2016). Bahri


          Bireuen - Tgk H. Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop) mengajak jama'ah untuk terus ta'at dan bertaqwa kepada Allah. Menurut Tu Sop,  Tawaqqal itu adalah kita menyerahkan semua urusan kita pada Allah. Tidak mengandalkan kekuatan dan kelebihan diri. Tidak bergantung pada makhluk, segala-galanya kita serahkan kepada Allah. 

Hal itu disampaikan Tu Sop saat mengisi pengajian Tastafi dan Zikir Yadara di Komplek LPI Dayah Nural Hidayah Al-Aziziyah Gp Calok Kecamatan Sp Mamplam Kabupaten Bireuen yang dihadiri ribuan jama’ah , Kamis malam (26/1/2017).

          Menurut Tu Sop, membaca tawakkal ini mudah, tapi orang yang tawakkal itu jarang. Maka jika kita ingin bahagia, tenang dan senang dalam hidup ini mulailah bertawakkal. Untuk apa berharap pada makhluk, sebab sehebat apapun makhluk itu masih lemah untuk menolong dan membantu. 

          “Kita berharap makhluk itu untuk menyelesaikan masalah kita, itu harapan yang sirna, karena makhluk itu jangankan untuk menyelesaikan masalah kita, masalah dirinya sendiri banyak banyak yang menumpuk tak terselesaikan, “ ujar Tu Sop yang mengisi pengajian dengan membaca kitab Majmu’ Rasail karya Hujjatul Islam Imam al-Ghazali.

          Jadi, kata Tu Sop, hidup paling bahagia bukan disaat fasilatas hidup cukup, akan tetapi hidup ini akan terasa bahagia disaat tawakkal menjadi kepribadian dan sikap hidup kita. 

          Tu Sop lalu menceritakan, ada seorang Ulama sedang menjalani suluk. Beliau menguji tawakkalnya pada Allah, sebatas mana beliau mampu untuk bertawakkal pada Allah. Beliau pergi sendiri ke gunung yang sangat jauh dengan tanpa membawa bekal sedikitpun. Perjalanan yang jauh dari kalangan manusia dengan tujuan agar tidak ada makhluk yang membantunya. Tetapi tiba-tiba terlihat satu rombongan dari jauh, beliau terkejut, sehingga beliau pura-pura pingsan.                     

          Dan rombongan tersebut, kata Tu Sop, lalu membantu hamba Allah ini yang pura-pura pingsan. Dalam perasaan rombongan ini, pasti beliau sudah sangat lapar. Maka dikasihlah makanan. Namun beliau tidak mau makan, tidak mau buka mulutnya. “Sang  brat saket geuh, geucok sikin geuneuk cungke abah geuh”. Nah, orang tersebut lalu tersenyum, rupanya begini caranya Allah memberi rezki pada hambanya.
                      
          “Sejauh apapun menghindar, apabila telah tertulis rezki kita maka banyak cara Allah mendatangkannya,“ ujat Tu Sop. [bahri/admin]

Khutbah Jum'at, Tu Sop: Usahakan Tetangga Kita Shalat Karena Lidah Kita



Tu Sop menyampaikan khutbah Jum'at di Mesjid Gampong Asan, Bideuen, Peusangan, Bireuen (27/1/2017). Bahri


          Bireuen – Tgk H. Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop) mengatakan, hari ini kita hidup di zaman yang dikhawatirkan oleh Rasulullah SAW, sehingga di akhir hayat beliau berkata asshalah, asshalah. Shalatlah kamu, shalatlah kamu. Rasulullah khawatir kepada ummatnya sehinga sampai akhir hayat beliau berpesan pada ummatnya untuk tidak meninggalkan shalat.  

          Hal tersebut disampaikan Tu Sop saat menyampaikan khutbah Jum’at di Mesjid Gampong Asan Bideun, Peusangan, Jum’at (27). Menurut Tusop, shalat ini tidak gampang, karena memang tidak sesuai dengan hawa nafsu. Tidak ada alasan untuk meninggalkan shalat tetapi hari ini negeri kita yang berstatus Syari'at Islam tidak bisa kita pastikan sampai 50% rakyat Aceh yang shalat. 

          “Maka pada kesempatan ini sebenarnya sasaran nasehat saya bukan untuk kita yang sudah hadir di masjid, karena semua kita sudah shalat, tetapi saya ingin mengajak kita-kita semua untuk menjadi pejuang-pejuang Islam. Banyak tetangga kita yang hari ini belum shalat, usahakan supaya mereka shalat gara-gara lidah kita. Daftarkan diri pada Allah supaya kita jadi tentara-tentara Allah yang selalu semangat untuk menegakkan amar ma'ruf dan nahi mungkar, “ ujar Tu Sop.   
                 
          Tusop melanjutkan, rasanya aneh, di negeri Syari’at Islam tapi orang yang tidak shalat masih sangat banyak. Bagaimana Islam itu hidup sementara pondasi Islamnya tidak rampung. Rasulullah mengatakan "Shalat itu tiang agama, yang melaksabakan shalat berarti telah menghidupkan Islam, yang tidak shalat berarti telah menghancurkan Islam.                       
          Kata Tusop lagi, tentu tidak mungkin sebuah bangunan akan berdiri tegak, sementara sampai 50 % pondasinya tidak ada? Nah, juga tidak mungkin Islam dan Syari’at itu berkembang sementara mencapai 50% rakyatnya tidak shalat.

          Tu Sop melanjutkan, kenapa negeri kita sampai terpuruk seperti ini, salah seorang Prof dari Australia membuat survey ke negara-negara Islam sedunia. Kenapa negri Islam lemah, hasil survey membuktikan karena banyak ummat Islam yang tidak mengerti Islam, ilmu-ilmu Islam tidak tersampaikan secara menyeluruh pada ummat Islam.

          “Negeri kita hari ini negeri yang direncanakan bangsa lain. Mereka memerangi unmat Islam lewat pola pikir dan ideologi. Mereka tidak menentang Islam, tetapi prilaku dan akidah umat Islam yang mereka ubah, “ pungkas Tu Sop. [bahri/admin]

Selasa, 24 Januari 2017

Kerap Difitnah, Tu Sop: Karena Politik Kita Seperti Inilah Saya Hadir

BIREUEN, Tusop.com - Tgk H. M. Yusuf Abdul Wahab biasa disapa Tu Sop, sejak beberapa bulan terakhir tiada henti dihantam fitnah. Satu-satu persatu isu miring sengaja digembar-gemborkan untuk membunuh karakter beliau. Tentu saja, hal ini erat kaitannya dengan keputusan beliau untuk maju sebagai calon Bupati Bireuen pada tahun 2017 didampingi dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG.

Patut diduga, fitnah demi fitnah terus dialamatkan pada beliau karena kehadiran beliau di gelanggang politik Bireuen mengganggu kepentingan politik pihak-pihak lain. Walaupun sebenarnya, dalam banyak kesempatan, Tu Sop menegaskan bahwa kehadiran tidak untuk mengganggu siapa-siapa. Tetapi semata-mata untuk kebaikan dan perbaikan Bireuen dan umat.

Menanggapi fenomena fitnah yang terus menghantam dirinya, Tu Sop mengaku tidak ambil pusing. Sebab jauh-jauh hari sebelum memutuskan maju, beliau sudah paham bahwa fitnah memfitnah seakan sudah menjadi tradisi dalam politik. Malahan karena alasan inilah beliau terpanggil untuk maju.

"Salah satu alasan fundamental saya maju adalah untuk menegaskan bahwa perilaku dan tradisi politik kita sudah melenceng jauh dari nilai-nilai Islam. Musim politik seolah-olah menjadi arena halal memfitnah dan mencaci-maki. Sehingga musim politik meluluhlantakkan nilai-nilai akhlak dan mencincang tali silaturrahmi. Dan saya hadir ingin memperbaiki ini semua", tegas sosok calon Bupati nomor urut 3 ini.

Lebih lanjut, Tu Sop mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk konsisten menjaga diri dari perilaku-perilaku yang bisa mengakibatkan dosa. Sebab alasannya, dosa tetaplah dosa.

"Dalam Islam tidak ada istilah area bebas halal haram. Maka pastikan dalam melakukan aktivitas apapun, kita menjaga halal haram. Termasuk dalam berpolitik", tutup sosok ulama muda ini. (Admin tusop.com).

Comments System

Disqus Shortname

Diberdayakan oleh Blogger.