Jumat, 10 Februari 2017

dr Pur di Mata Syaikh dari Gaza - Palestina



تبر فلسطين من أهم قضايا الأمة الإسلامية لمكانتها الكبيرة والعظيمة في عقيدتنا نحن كمسلمين من أهل السنة والجماعة ، ويقع على عاتقنا جميعا واجب النصرة وتحرير هذه الأرض المقدسة  لحقنا الأصيل فيها
 
Ahmed Tawfiq Al- Hajj
وفي هذه المقام نتقدم بالشكر الجزيل من الشعب الاندونيسي عامة ومن المؤسسات النشطة في نصرة قضية فلسطين على ما قدموه ويقدمونه دوما من أجل هذه القضية الإسلامية العادلة  ، واننا إذ نتقدم بالشكر من الجميع لا ننسى شكرا خاصا للأخوة في اللجنة القومية لنصرة الشعب الفلسطيني KNRP  الذين يقدمون أوقاتهم وجهودهم وأموالهم في سبيل نصرة هذه القضية ودعم الشعب الفلسطيني في الداخل والخارج 
 .
وأتقدم شخصيا بالشكر العظيم من الدكتور بورناما  dr Purnama  هذا الرجل العظيم والطبيب الناجح الذي يتقدم الصفوف دوما من أجل نصرة إخوانه في فلسطين بكل ما يملك ويرفع راية الدفاع عن هذا الحق في كل الميادين ، فهو مثالا للطبيب المسلم الذي يهتم بأمور الأمة الإسلامية في كل مكان ، فله كل الشكر والعرفان على وقوفه دوما بجانب المؤسسات الداعمة لفلسطين وكل الجهات الرسمية والأهلية التي تنصر قضايا المسلمين .
 dr Purnama

نعم الأخ الفاضل وفيه من الخير الكثير الذي أتمنى أن يخدم به أهله وإخوانه في آتشيه واندونيسبا وكل المسلمين ، واسأل الله له التوفيق والسداد والنجاح والرشاد في كل أموره العظيمة وأن يتقبل الله منه قي الدنيا وأن يعلي مكانته في الآخرة . اللهم آمين
 
والحمد لله رب العالمين
أخوكم / الدكتور أحمد توفيق محمود الحاج
فلسطين _ غزة

Terjemahannya :

          Persoalan Palestina merupakan persoalan besar umat Islam karena posisinya yang mulia dalam Aqidah kita Ahlu Sunnah wal Jama'ah. Kewajiban kita  untuk membantu dan membebaskan tanah suci umat milik Islam. Saya sangat berterima kasih kepada Rakyat Indonesia secara umumnya dan juga kepada seluruh lembaga-lembaga kemanusiaan dalam membantu Palestina.
         
          Khususnya lagi terima kasih saya kepada saudara saya dari Komite kemanusiaan untuk Rakyat Palestina (KNRP) yang telah banyak meluangkan waktu, pengorbanan, serta harta mereka untuk membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang saat ini dialami oleh rakyat Palestina baik di dalam maupun di luar Palestina.

          Saya secara Pribadi juga berterima kasih banyak kepada dr. Purnama, pria ini luar biasa, seorang dokter yang sukses dan dibarisan terdepan dalam membantu saudaranya di Palestina dari semua yang dimilikinya. Dia salah satu contoh dokter muslim yang punya perhatian terhadap kaum muslimin disemua tempat.

          Saya berharap kepada Saudaraku dr Purnama untuk terus memberikan konstribusi untuk masyarakatnya di Aceh. Kita memohon kepada Allah agar beliau diberikan taufiq, hidayah dan sukses untuk semua urusan2 nya yang besar serta diterima semua amalannya di dunia untuk posisinya kelak di akhirat. Allahumma Amien. [dikutip dari Tabloid Arus Kebaikan]

          Saudaramu
          dr Ahmed Taufiq Mahmud al Hajj
          Palestine Gaza

dr Pur di Mata Prof. Dr. Bustami Syam dan Sejumlah Aktivis Lainnya



dr Purnama Setia Budi


Apa tanggapan sejumlah aktivis dan akademisi terhadap dr Purnama Setia Budi? Berikut rangkuman yang admin tusop.com peroleh dari tabloid Arus Kebaikan.

Mulai dari Prof Bustami Syam, Suhaimi M. Daud, Anwar Ebtadi dan Dr dr Rajuddin.





dr Pur di Mata Prof. Dr. Ir. Bustami Syam
________________________________
Ketika kuliah di Medan, saya dan dr. Purnama Setia budi Sp. OG tinggal bersama di Asrama mahasiswa Aceh dan Pesantren Miftahussalam, Pimpinan Abu Keumala. Didikan dan panutan Alm Abu Keumala (alumnus dayah Labuhan Haji Aceh Selatan) secara informal ini telah menempa tokoh muda dr. Pur, sehingga beliau mampu membangun hubungan dengan semua pihak, secara santun, terbuka, bertanggungjawab, dan bermartabat. 

Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, MSME
Profesi yang digelutinya sebagai dokter tentu bersentuhan langsung dengan masyarakat. Nilai keramahtamahan, serta kepedulian akan pelayanan prima yang telah ditunjukkan selama ini, saya kira dapat dengan mudah diperluas dan ditingkatkan andaikata amanah sebagai pimpinan daerah mendampingi calon Bupati Bireun Ayah Sop dipercayakan kepada dr Pur.

Yang dibutuhkan Aceh saat ini, terutama Bireun adalah masyarakat yang berdaya saing. Ujung tombaknya adalah sekolah, universitas, dan pesantren. Itu dapat dilakukan jika kerjasama tripartit, yaitu Institusi pendidikan, pemerintah (daerah), dan masyarakat/industri bisa bersinergi dengan baik. Hanya di bawah kendali pimpinan daerah yang tepat yang mampu mengangkat Bireun menjadi Kabupaten yang diperhitungkan dan model bagi Aceh.

Karena itu, saya menilai dr Pur sebagai Cawabup Bireun sudah sangat tepat utk mendampingi Ayah Sop sebagai Cabup Bireun; sebuah perpaduan yang serasi insyaAllah. Ibarat kenderaan keduanya adalah supir dan wakil supir yang tepat, punya licence, tau arah perjalanan, sehat, santun, perhatian, dan yang terpenting punya komitmen utk membawa serta rakyat Bireun ke tujuan yang dicita-citakan.

Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, MSME - Ketua Umum Yapim Miftahussalam Medan dan Ketua Umum DM Aceh Sepakat Sumut




Sama Sekali Tidak Ragu Kemampuan dr Pur
______________________________________

DR.dr.Rajuddin, SpOG,KFER
dr. Purnama Setia Budi SpOG  yang saya kenal merupakan anak muda yang cerdas dan visioner. Dari sisi kapasitas profesional, saya sama sekali tidak ragu dengan kemampuannya. Akan tetapi, yang jauh lebih menarik dari beliau adalah kecerdasan sosial dan komunikasi yang dimilikinya dlm membangun hubungan dgn banyak pihak adalah kelebihan yang patut saya acungkan jempol. Kemampuan ini sangat jarang dimiliki oleh kaum muda saat ini, apalagi ditunjang dengan profesinya selaku dokter spesialis. 

Karenanya, saya sangat mendukung beliau untuk mengisi posisi wakil bupati. Paling tidak, anak muda yang punya kapasitas hebat seperti dr. Purnama dapat menjadi jembatan antara yang muda dan para sepuh dalam bingkai pemerintahan di bireuen. Selain itu,  kehadiran dr. Purnama mudah2an bisa memberi inspirasi bagi anak-anak muda untuk terjun ke politik, untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik kedepan.

Dr. dr. Rajuddin, SpOG,KFER - Ketua POGI Aceh periode 2017-2020




Bisa Menyesuaikan Diri dengan Gaya Kepemimpinan Tu Sop
 _______________________________________________
dr Purnama Setia Budi SpOG menurut hemat saya tokoh muda yang sangat koperatif dan komunikatif dalam membangun hubungan dengan semua pihak, serta dikenal ramah dengan semua kalangan. 
Suhaimi Hamid, S.Sos

Ini merupakan modal besar dalam membangun Bireuen dimasa yang akan datang jika Allah menghendaki. Karena dalam memimpin satu daerah sangat dibutuhkan sikronisasi dan komunikasi dengan semua pihak, agar dapat didukung program-program yang akan dilaksanakan.

Selain itu dr pur, juga bisa membuat ide-ide berlian yang inovatif dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.  Hal ini telah diwujudkan oleh beliau dalam melayani masyarakat sebagai pelayan kesehatan masyarakat.  Saya melihat dr Pur juga bisa menyesuaikan diri dengan gaya kepemimpinan Tu Sop.  

 Saya yakin tidak akan terjadi "kreuh ban keu ngoen ban likot" dalam kemimpinan Tu Sop - dr Pur insyaAllah. Amiiin ya rabbal ‘alamiin. Faktanya, Hari ini kita melihat banyak kepemimpinan rusak oleh sebab tidak harmoninya antara pemimpin dan wakilnya..

Suhaimi Hamid, S.Sos - Politisi dan juga Aktifis Lingkungan Hidup Aceh.


Anwar Ebtadi


Kerja Pengabdian dr Pur Tanpa Mengenal Kasta
________________________________________

Sebagai generasi muda, secara pribadi saya sangat senang dan bangga, karena ada dari generasi muda yang maju dalam pilkada. Soal kalah menang hal yang biasa. Tapi keberaniannya untuk ikut kompetisi dalam Pilkada sangat luar biasa. Berani menyatakan diri bahwa kelompok muda berhak untuk maju, ini sebuah sejarah baru untuk perubahan.

dr.Purnama yang saya kenal adalah sosok yang sederhana, kerja pengabdian dalam bidang disiplin ilmunya tanpa mengenal kasta dalam pelayanan. Misi kemanusiaan selalu yang di utamakan. Kerja untuk ummat.

Anwar EbtadiAkademisi





“Bireuen dalam Gelombang Arus Kebaikan dan Perbaikan”



    
Tu Sop menyampaikan orasi politik di lapangan Blang Asan Peusangan, Bireuen
     
Arus Perbaikan
, Bireuen – Selasa 7 Januari 2017, Sejak menjelang siang hari, puluhan ribu massa mulai memadati lokasi kampanye Tgk. H. M. Yusuf Abdul Wahab (Tu Sop) – dr Purnama Setia Budi di lapangan Blang Asan, Peusangan. Selain tim Tu Sop – dr Pur, ketua tim pemenangan Tgk Nasruddin Judon (Abi Nas Jeunieb), dalam rombongan, ikut hadir juga ulama kharismatik Aceh, Abu Kuta Krueng. Massa datang dari berbagai kecamatan dalam wilayah Bireuen. 

          Dari arah barat, massa berdatangan mulai dari Kecamatan Gandapura, Kuta Blang,Peusangan, Peusangan Selatan dan Peusangan Siblah Krueng. Dari arah timur, massa mulai berdatangan dari Kecamatan Samalanga, Simpang Mamplam, Batee Iliek dan seterusnya. Tidak bisa ditaksir persis berapa jumlah massa yang datang, namun dari foto drone menujunjukkan arena kampanye Tu Sop-dr Pur disesaki lautan manusia berpakaian putih.

          Kehadiran gelombang manusia ini tidak lain adalah karena kerinduan akan kebaikan dan perbaikan Bireuen yang digagas oleh Tu Sop, guru spiritual mereka selama ini. Sebagaimana diketahui, Tu Sop adalah ulama muda Aceh yang berdomisili di Jeunieb yang sangat konsisten membina masyarakat, memberi motivasi bagi mereka untuk selamat hidup di dunia dan juga di akhirat. Di tengah massa, sebuah dibentangkan sebuah spanduk oleh massa yang berbunyi “Rakyat Bireuen Bangkit Memperbaiki Orang Kuat, dan Memperkuat Orang Baik”.


Abu Kuta Krueng Ajak Warga dukung Tu Sop
          Cita-cita memperkuat arus kebaikan dan perbaikan yang ditawarkan Tu Sop selain mendapat sambutan dari masyarakat, juga mendapat apresiasi dari salah satu ulama kharismatik Aceh, Abu Kuta Krueng. Di usianya yang sudah uzur, Alhamdulillah Abu Kuta menyempatkan diri untuk hadir dalam kampanye akbar pasangan Tu Sop – dr Pur.

          Nyoe ata yang goet. Keupue ata laen. Pileh ata yang ka jelas goet (kalau ada yang baik, maka kita harus pilih yang baik. Dan pasangan ini (Tu Sop –dr Pur) adalah pasangan yang sudah jelas baik, red), “ begitu ringkasnya orasi Abu Kuta Krung. 

          Antusiasme besar dari warga Bireuen ini menandakan ada kerinduan besar dari masyarakat Bireuen akan hadirnya kebaikan dan perbaikan. Apalagi, ketika sekitar jam 15.30 Wib saat menyampaikan orasinya, Tu Sop juga mengajak warga Bireuen untuk menyertai perjuangannya dalam memperkuat arus kebaikan dan perbaikan. Sebab, menurut Tu Sop, arus gerakan kebaikan dan perbaikan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemimpin, tetapi harus melibatkan seluruh rakyat.

          Sepertinya, Bireuen betul-betul sedang berada di ambang kebaikan dan perbaikan secara menyeluruh jika Allah Swt mengizinkan. Cita-cita Tu Sop untuk membenahi Bireuen yang dimulai dengan perbaikan akhak telah seringkali disampaikannya saat sebelumnya menyampaikan orasi politik dari satu desa ke desa lainnya, satu kecamatan ke kecamatan lainnya yang ternyata mendapat antusiasme sangat luar biasa dari masyarakat. Sepertinya, masyarakat betul-betul rindu perubahan, rindu pada kebaikan dan perbaikan yang juga cita-cita Tu Sop.


          “Kehadiran kita hari ini disini tidak lain adalah untuk memperkuat arus kebaikan dan perbaikan. Saya terharu karena yang hadir hari ini di luar dugaan saya. Saya yakin, ini adalah wajah-wajah ikhlas yang merindukan arus kebaikan dan perbaikan. Jika saya lebih duluan kembali kepada Allah Swt, maka lanjutkanlah perjuangan ini, : ujar Tu Sop.
 
          Tu Sop lalu bertanya kepada massa, kalau ada yang kasih uang 100 ribu mengajak memilih dia, maukah bapak-bapak ibu-sekalian? Tanya Tusop. “Tidaaaaakkk, “ jawab massa serentak. Kalau dikasih 200 ribu, “Tidaaaaaaaak,” jawab massa. Kalau dikasih 300 ribu? Tidaaakkkk jawab massa”. Bagaimana kalau dikasih 1 Juta?, “Tidaaaaaakkkk,” jawab massa.

          Dengan jawaban ini, sepertinya, warga Bireuen sudah betul-betul siap menyongsong arus kebaikan dan perbaikan bersama Tu Sop – dr Pur, calon Bupati dan wakil Bupati Bireuen nomor urut 3. Insya Allah. [bahri/alfadhal]

Berikut video Kampanye Akbar Tu Sop - dr Pur

         

[Salam Redaksi] Tu Sop Berikan Keteladanan Politik

          ARUS KEBAIKAN - Tidak salah ketika masyarakat selama ini melihat politik sebagai sesuatu yang kotor. Sebab, itulah realitasnya. Dan seperti itulah masyarakat diajarkan secara langsung maupun tidak langsung oleh perilaku para pelaku politik. Budaya rusak ini terus menerus dipraktekkan sebagian pelaku politik. Hina menghina, caci mencaci, hujat menghujat, money politik (politik uang-sogok menyogok) seakan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah dan biasa-biasa saja. Kita lupa bahwa ada kehidupan abadi setelah kematian, itulah kehidupan akhirat sebagai sesuatu yang pasti.
 
         Akibatnya, politik telah menjadi arena “bebas nilai” yang mana ini sesungguhnya bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Ketika Nabi Muhammad Saw diangkat sebagai Rasul, visi terbesar beliau adalah memperbaiki akhlak. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya aku diutus oleh Allah Swt adalah untuk menyempurnakan keluhuran akhlak manusia”. Itu artinya, Islam tidak menghendaki politik yang bebas nilai. Islam menghendaki nilai-nilai Islam diimplementasikan dalam setiap dimensi kehidupan.

          Sesuai dengan prinsipnya, Islam menghendaki terjadinya perubahan dalam semua dimensi kehidupan karena memang  Islam adalah agama peradaban. Bagi kita umat Islam, meskipun dunia diciptakan untuk kita, akan tetapi kita diciptakan untuk akhirat. Maka lahirnya perilaku Islami dalam dalam setiap sendi kehidupan adalah sebuah keharusan.

          Di satu sisi, Tgk H. Muhammad Yusuf A. Wahab yang akrab disapa Ayah Sop atau Tu Sop Jeunieb menyadari betul realitas politik bebas nilai selama ini. Dan di sisi lain, Tu Sop juga paham betul bagaimana idealisme Islam dalam berpolitik. Tu Sop paham betul bahwa setiap perilaku politik seharusnya sesuai dengan nilai-nilai Islam, bukan justru Islam dijauhi dari politik. Maka ketika Tu Sop memutuskan turun ke gelanggang politik, dan lalu memutuskan maju sebagai calon Bupati Bireuen dari jalur independen, hal ini sangat dipahami. Ada kegelisahan mendasar nurani beliau sebelum kemudian beliau maju dalam Pilkada Bireuen. Tu Sop maju melalui jalur non partai agar tidak ada beban apapun di pundak beliau, agar beliau lebih leluasa menyampikan idealisme politik Islam.

          Idealisme politik Islam yang disampaikan Tu Sop juga bukan hanya bualan belaka. Banyak bukti yang telah beliau nampakkan. Ketika Tu Sop diserang dengan berbagai macam fitnah keji, beliau hanya tersenyum dan mendo’akan mereka, sebab bagi Tu Sop, fitnah dan hinaan itu tidak akan membuat hina orang yang difitnah dan dihina tersebut, melainkan hinaan itu akan kembali kepada mereka sendiri. Sebab, Islam mengecam orang yang suka memfitnah, bukan orang yang difitnah.

          Ketika spanduk dan baliho Tu Sop – dr Pur dirusak “orang tak dikenal”, berkali-kali Tu Sop menasehati para relawannnya untuk tidak membalas perbuatan keji tersebut. Nasehat itu pun sangat didengar oleh para relawannnya. Maka tidak ada pembalasan dari relawan Tu Sop, meskipun massa Tu Sop jelas sangat banyak di Bireuen. Sebab, bagi Tu Sop, ia hadir dalam Pilkada Bireuen adalah untuk sebuah cita-cita perubahan, memperkuat arus kebaikan dan kebaikan.

          Saat Tu Sop memberi sambutan dalam deklarasi Pilkada damai pada 18 November 2016 yang lalu, Tu Sop mengatakan: “Pemilu damai adalah sesuatu yang urgen sekali, di saat kita berada di dalam persaingan global. Jangan sampai kita bagaikan domba-domba yang sedang bertarung di kandang macan.Yang kalah dimakan macan, yang menang di makan macan kalau kita kalah dalam persaingan global.” Oleh sebab itu, kata Tusop lagi, mari kita sayangi anak-anak kita. Anak-anak kita akan lahir di negeri ini. Buatlah negeri ini yang nyaman untuk mereka. Tusop juga melarang sorak-sorak “hidup Tu Sop” karena beliau sadar hidup ini hanyalah sebuah pengabdian, sementara pada saatnya kita semua akan kembali kepada Allah Swt.

          “Saya minta kepada timses untuk tidak usah sorak-sorak "Hidup tusop", karena saya pasti mati. Maka oleh karena itu, siapapun boleh menang, baik no 1, 2 3 4 dan 5. Asal anak-anak kita berada di dalam negeri yang memiliki peradaban dan mampu bersaing secara global,”kata Tusop. Tidak hanya itu, Tu Sop juga menegaskan bahwa kehadirannya dalam Pilkada Bireuen semata-mata adalah untuk kedamaian. Beliau tidak mencari musuh. “Oleh karena itu saya hadir untuk sebuah kedamaian. Tidak Ada Musuh Di Antara Kita, yang ada adalah persaingan, bukan permusuhan!, “ pungkas Tusop saat itu yang disambut tepuk tangan Muspida Bireuen.

          Sesungguhnya, akhlak dan keteladanan seperti inilah yang dibutuhkan bangsa kita saat ini, khususnya saat kita begitu minim keteladanan dari para elit dan pembesar negeri ini. Sungguh, negeri ini tidak bisa dibangun tanpa keteladana. Negeri ini tidak bisa dibangun tanpa akhlak.

          Oleh sebab itu, perbaikan akhlak adalah awal dari segala perubahan. Itulah misi utama Tu Sop melibatkan diri dalam politik. Sesungguhnya, perbaikan akhlak, penguatan arus kebaikan dan perbaikan adalah jawaban dari problem besar yang menimpa negeri ini dewasa ini. Negeri kita terpuruk bukalah karena kekurangan pakar pertanian, pakar pendidikan, pakar politik, pakar mesin, pakar ekonomi, pakar keuangan dan pakar-ahli lainnya, sesungguhnya kita surplus (kelebihan) kaum intelektual dan pakar. Tapi kita punya masalah pada moral dan akhlak. Dan masalah ini kemudian menghadirkan ketimpangan dalam berbagai ranah kehidupan.

          Oleh sebab itu, jangan aneh ketika mendengar seorang ahli hukum mempermainkan hukum. Jangan merasa aneh ketika pakar politik justru membela perilaku politik busuk. Jangan aneh ketika melihat seorang ekonom yang pro riba-neoliberal dan kapitalisme. Semua itu karena pertahanan moral dan akhlak bangsa ini telah ditembus oleh kepentingan dunia yang materialistik. Akhirat menjadi sesuatu yang terlupakan, meskipun ia adalah sesuatu yang pasti. 

Atas realitas inilah Tu Sop memutuskan untuk maju dalam Pilkada Bireuen, menjadi “martir” perubahan pola pikir masyarakat Bireuen yang selama ini terus menerus “ditipu” dengan pandangan bahwa politik itu kotor dan orang baik tidak perlu membersihkan politik yang kotor itu. Oleh sebab itu, selayaknya gagasan dan kehadiran Tu Sop ini kita sambut dengan antusiasme tinggi dengan memenangkannya dalam Pilkada Bireuen sehingga Tu Sop – dr Pur memiliki power yang lebih untuk merealisasikan gagasan arus kebaikan dan perbaikan yang dicanangkannya. Wallahu a’lam bishshawab. [sumber: Tabloid Arus Kebaikan]

Comments System

Disqus Shortname

Diberdayakan oleh Blogger.