Kamis, 13 Desember 2018

Perkuat Dakwah dan Silaturrahmi, Tu Sop Isi Pertemuan Umat Islam yang Digagas Jama'ah Tabligh di Montasik


Beberapa hari lalu, 12 Desember 2018, tepatnya malam Kamis, Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop) menghadiri undangan untuk mengisi Tausyiah pada pertemuan umat Islam yang digagas Jama'ah Tabligh di Cot Goh, Montasik Kabupaten Aceh Besar.  Dalam pertemuan ini, Tu Sop ikut bertemu dengan para pimpinan Jama'ah Tabligh. 

Dikutip dari akun Facebook Rahmat Riski Al-Abdy, dalam pertemuan ini Tu Sop mengatakan siap membantu membimbing segala kegiatan Dakwah Jama'ah Tabligh di Aceh dalam rangka memperkuat dan memperkokoh Aqidah Ahlusunnah wal Jama'ah di Aceh yang merujuk kepada Asya'irah dan Maturidiyah.

Sebagaimana diketahui, Aqidah Ahlusunnah wal Jama'ah  adalah aqidah yang berpijak pada Sunnah Rasulullah Saw dan Para Jama'ah, yaitu para sahabat Rasulullah Saw. Menurut Tu Sop suatu ketika, Aqidah Ahlusunnah wal Jama'ah  ini adalah paham yang paling professional dan proporsional dalam segala bidang. Maka hingga saat ini mayoritas umat Islam di dunia adalah pengikut aqidah Aqidah Ahlusunnah wal Jama'ah yang merujuk kepada Asya'irah dan Maturidiyah.

Dalam Konteks Aceh, kitab-kitab karya ulama Aceh dahulu di bidang tauhid juga menyebut bahwa Aqidah Ahlusunnah wal Jama'ah adalah merujuk kepada Asya'irah dan Maturidiyah. [Zulkhairi]






Sumber foto-foto: akun Facebook Rahmat Riski Al-Abdy






Senin, 26 November 2018

Tu Sop Terpilih Sebagai Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh Periode 2018-2023




BANDA ACEH - Tgk HM Yusuf A Wahab atau yang akrab disapa Tu Sop akan memimpin Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) untuk lima tahun ke depan. Kepastian itu diperoleh setelah Tu Sop meraih suara terbanyak pada pemilihan Ketua HUDA Periode 2018-2023, Minggu (25/11). Tu Sop akan menggantikan Tgk Hasanoel Basri HG atau Abu Mudi yang sudah berakhir masa jabatannya.

Pemilihan ketua itu merupakan rangkaian kegiatan dalam Musyawarah besar (Mubes) ke-3 organisasi tersebut di Hotel Grand Aceh Syariah, Lamdom, Banda Aceh, 24-26 November 2018. Selain pemilihan ketua, musyawarah itu juga diisi dengan seminar internasional, zikir akbar, dan bazar.

Dari lima calon yang ditetapkan presidium, Tu Sop meraih 20 dari 25 suara. Sementara lima suara tersisa masing-masing diperoleh Tgk Hidayat Waly tiga suara dan Tgk H Baihaqi Yahya dua suara. Sedangkan dua calon lain yaitu Tgk H Anwar Usman Kuta Krueng dan Tgk H Hasbi Albayuni tidak mendapat suara.


Pemilihan Ketua HUDA yang diikuti 300 peserta tersebut berlangsung tertib dan aman. Dalam pembahasan tata tertib pemilihan, sebagian besar peserta mubes menginginkan voting, sehingga proses pemilihan dilangsungkan melalui voting.

Tu Sop Jeunieb seusai ditetapkan sebagai ketua terpilih menyampaikan terima kasih kepada seluruh utusan wilayah kabupaten/kota yang sudah memberi amanah kepadanya untuk memimpin HUDA periode 2018-2023. “Ini merupakan amanah yang harus kita laksanakan bersama. Kesuksesan semua program dan agenda HUDA tak lepas dari kebersamaan,” ujar Tu Sop yang juga Pimpinan Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb, Bireuen, kemarin.

Dibuka Plt Gubernur
Mubes HUDA ke-3 dibuka Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, Sabtu (24/11) malam. Dalam sambutannya Nova berharap mubes tersebut dapat menghasilkan suatu kesimpulan terbaik dan berguna bagi umat.

Ia juga mengapresiasi HUDA yang dalam kiprahnya sudah memberikan kontribusi untuk kemajuan Aceh di berbagai Bidang. “Selama ini hubungan HUDA dengan Pemerintah Aceh sudah berjalan dengan sangat baik,” ujarnya,

Karena itu, Nova meminta agar HUDA terus menjadi mitra pemerintah. Sebab, hubungan ulama dan umara menentukan nasib Aceh ke depan. Terakhir, Nova meminta Dinas Pendidikan Dayah Aceh agar terus bersinergi dengan HUDA dalam hal apapun. “Nasihat dan kritikan dari ulama adalah vitamin dan penyemangat bagi Pemerintah Aceh,” demikian Nova Iriansyah.

Wakil Ketua Panitia, Tgk Hasbi Al-Bayuni, melaporkan, dua hari pertama acara berlangsung di Hotel Grand Aceh Syariah Lamdom dan hari terakhir pindah lokasi di Markas Besar HUDA di Desa Bayu Lamcot, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. “Rangkaian acara Mubes terdiri atas seminar internasional, pembahasan tata tertib mubes, pemilihan ketua baru, zikir akbar di Markas HUDA, dan bazar,” rinci Tgk Hasbi.


Tgk Hasanoel Basri HG (Abu Mudi Samalanga) dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang sudah memfasilitasi hingga terselenggaranya Mubes HUDA yang ketiga. Abu Mudi berharap mubes tersebut bisa berjalan dengan sukses dan melahirkan pokok-pokok pikiran dari ulama Dayah untuk membangun agama, bangsa, dan negara dengan lebih baik dari yang sebelumnya.


Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny SAg MM, mengatakan Dinas Pendidikan Dayah Aceh didirikan berkat dorongan dari ulama-ulama karismatik Aceh dari dayah. Karena itu, menurutnya, Dinas Pendidikan Dayah Aceh sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang memperteguh eksistensi ulama dayah di Aceh seperti Mubes HUDA kali ini.

Hadir dalam musyawarah tersebut, antara lain, Tgk Baihaqi Yahya (Baba Panton), Tgk Muhammad Yusuf A Wahab (Tu Sop Jeunieb), Tgk Tajuddin (Abi Lampisang), Tgk H Faisal Ali, Tgk Muhammad Amin Daud (Ayah Cot Trueng), Abiya Anwar Kuta Krueng, serta sejumlah ulama lainnya dan PW HUDA dari 23 kabupaten/kota se-Aceh.

Seminar
Sebelumnya, dalam seminar pada pagi kemarin, Tu Sop menyampaikan materi tentang ulama dan masyarakat Aceh yang konsisten berpegang teguh dengan Ahlussunnah wal Jamaah. Dia menceritakan perjuangan ulama setelah kemerdekaan yang menyebarluaskan pendidikan ke seluruh Aceh melalui dayah dan rangkang. “Ulama membimbing semua aspek mulai dari akidah, fikih, dan tasawuf,” ungkap Tu Sop.

Bahkan pada masa pascapenjajahan itu, lanjut Tu Sop, dayah mampu bertahan dengan semangat keikhlasan tanpa biaya apa pun. Dakwah tetap bisa berjalan meskipun sulit. “Lalu muncullah tafrid (liberalisme) dan ifrad (radikalisme) yang berbenturan di tengah masyarakat. Dua aliran ini saling bertentangan sehingga saling menghujat di antara sesama mereka,” katanya lagi.

Maka pada saat itu, kata Tu Sop, para ulama mengambil posisi menjaga keseimbangan dengan mazhab Ahlussunnah wal Jamaah yang sampai silsilah keilmuannya kepada Rasulullah saw. “Para ulama konsisten menjaga keseimbangan antara liberalisme sebagai ekstrem kiri dan radikalisme esktrem kanan,” jelasnya.


Tu Sop mengatakan, ulama merasa prihatin terhadap fenomena hari ini di mana Ahlussunnah wal Jamaah sebagai paham yang moderat, tidak diikuti oleh kader-kader terbaik negeri. Maka solusi yang harus ditempuh, katanya, yaitu melakukan ekspansi dakwah dan mengubah pola pemikiran. “Karena persoalan ini terjadi karena tidak ada kekuatan yang memadai terhadap dunia pendidikan. Inilah tugas terbesar yang harus kita revitalisasi,” demikian Tu Sop. (fit/jal)







[Wawancara dengan Media] Tu Sop: HUDA Tak Persoalkan Afiliasi Politik Ulama

Tgk HM Yusuf A Wahab atau yang akrab disapa Tu Sop terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) dalam musyarawah besar (mubes) ke-3 organisasi itu, Minggu (25/11). Pimpinan Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb, Bireuen, ini akan menahkodai HUDA selama lima tahun ke depan, menggantikan Tgk Hasanoel Basri HG atau Abu Mudi yang sudah berakhir masa jabatannya.

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-9698669690252837",
    enable_page_level_ads: true
  });
</script>

Pada Senin (26/11) Serambi secara khusus mewawancarai Tu Sop di Kantor Sekretariat Pengurus Besar (PB) HUDA Aceh di Banda Aceh. Tu Sop tak menampik bahwa saat ini ada sejumlah santri dayah, teungku-teungku, pentolan dayah, hingga ulama dayah mulai terlibat dalam politik praktis. Mereka secara terang-terangan menampakkan afiliasi politik, mendukung calon wakil rakyat hingga calon presiden dan wakil presiden dalam kontestasi politik 2019 nanti.

Lalu, apa tanggapan Tu Sop selaku representatif ulama dayah di Aceh terkait hal t itu. Berikut cuplikan wawancara eksklusif Tu Sop dengan Subur Dani, jurnalis Harian Serambi Indonesia.




http://aceh.tribunnews.com/2018/11/27/tu-sop-huda-tak-persoalkan-afiliasi-politik-ulama.

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-5514929069409937",
    enable_page_level_ads: true
  });
</script>

Minggu, 11 November 2018

Mubes HUDA ke III Akan Perteguh Eksistensi Ulama dalam Merevitalisasi Peradaban Islam



Tusop.com, Banda Aceh - Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) akan menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke III dalam rangka pemilihan ketua baru periode 2018 - 2023.

Kegiatan yang akan berlangsung pada tanggal 24 sampai dengan 26 November 2018 ini mengambil tema "Memperteguh Eksistensi Ulama Dayah dalam Merevitalisasi Peradaban Islam".

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Mubes, Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab yang akrab disapa Tu Sop Jeunieb, Senin, (12/11).

Tu Sop mengatakan, tema ini diambil atas dasar bahwa peradaban Islam diperjuangkan oleh Rasulullah Saw. Dan peradaban ini merupakan manifestasi dari _Rahmatan lil 'alamin_.

"Pimpinan tertinggi yang meletakkan fondasi peradaban Islam ini adalah Rasulullah Saw. Sementara ulama adalah pewaris para Nabi. Ulama merupakan pemangku utama tongkat estafet perjuangan Rasulullah Saw lewat kekuatan dakwahnnya, " ujar Tu Sop yang juga Ketua I HUDA ini.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Mubes, Tgk. H. Faisal Ali menjelaskan, Mubes ke III yang akan dihadiri mencapai 500 peserta dan undangan umum ini berlangsung selama tiga hari.

Selama dua hari berlangsung di Grand Aceh Hotel dan hari terakhir berlangsung di Markas Besar HUDA yang satu kompleks dengan Dayah Thalibul Huda pimpinan Tgk Hasbi Albayuni di Desa Bayu Lamcot Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

"Rangkaian acara Mubes yaitu seminar internasional, pembahasan tata tertib Mubes, pemilihan ketua baru, Zikir Akbar di Markas HUDA dan bazar, " kata Tgk. H. Faisal Ali yang juga Wakil Ketua MPU Aceh ini.

Untuk pemateri seminar, kata ulama yang akrab disapa Abu Sibreh ini, panitia mengundang Profesor Emeritus Dato' Dr. Sayyed Muhammad Aqiel, Guru Besar pada Universiti Islam Sultan Syarif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam. Beliau InsyaAllah akan menyampaikan makalah dengan tema "Eksistensi Ilmu dan Ulama Dalam Memperkokoh Peradaban Islam".

Sementara pembicara kedua, tambah Abu Sibreh, yaitu Ketua HUDA, Tgk. H. Hasanul Basry (Abu Mudi). Beliau akan menyampaikan materi dengan tema "Peran Penting _Beuet Seumeubeut_ dalam Memperkokoh Eksistensi Peradaban Islam". [Zulkhairi]

Sabtu, 13 Oktober 2018

Tu Sop Sampaikan Kesuksesan Sirul Mubtadin di Depan Ratusan Pengurus Majlis Ta’lim se-Sumatera


Banda Aceh – Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab yang akrab disapa Tusop mengatakan bahwa Majlis Ta’lim merupakan kekuatan paling penting yang dimiliki umat Islam. Sebab, majelis ta’lim ini bergerak pada inti kekuatan ummat, yaitu bidang pendidikan. Majelis ta’lim berperan dalam mendidik ummat untuk memahami fardhu ‘ain dan fardhu kifayah.

Hal tersebut disampaikan Tu Sop saat mengisi materi pada rapat Koordinasi Wilayah dan Pelantikan Pengurus Wilayah Badan Kontak Majlis Ta’lim (BKMT) Aceh periode 2018-2022 yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Provinsi Aceh, Sabtu siang, 13 Oktober 2018.

Rakor BKMT ini dihadiri lima ratusan pengurus BKMT se Indonesia, seperti Sumatera Barat, Riau dan sebagainya. Dalam materinya ini, Tu Sop memaparkan tentang kesuksesan Majlis Ta’lim Sirul Mubtadin yang kini telah memiliki anggota melebihi 30 ribu anggota dan secara aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan ta’lim.

“Meskipun pemerintah belum hadir sepenuhnya sebagaimana seharusnya mereka hadir sebagai pemerintah. Tapi kita terus bergerak dengan kesadaran penuh dari masyarakat. Ini bisa dicontohi dalam bagaimana membangun sebuah jaringan majelis ta’lim, “ ujar Tu Sop.

Tusop juga menyampaikan, majelis ta’lim mampu hadir untuk mendorong kekuatan kekuasaan untuk berperan ekstra untuk kepentingan Islam. Atau kita harus melahirkan pemimpin yang peduli pada urusan ta’lim sehingga bisa memperkuat memperkuat Islam.

Selain Tu Sop, juga hadir pembicara lain yaitu Prof. Eka Srimulyadi dari UIN Ar-Raniry dan Dr. Munawar A. Djalil, MA, mantan Kepala Dinas Syari’at Islam Provinsi Aceh.

Seusai menyampaikan beberapa pemikirannya, di sesi tanya jawab peserta dari berbagai Provinsi nampak bertanya secara antusias kepada Tu Sop dan pemateri lainnya. [teukuzulkhairi]

Rabu, 03 Oktober 2018

Warga Miskin Simpang Mamplam Terima Rumah Layak Huni BMU 11 dari Tu Sop


Bireuen - Salah satu keluarga miskin di Sp. Mamplam Kabupaten Bireuen menerima rumah layak huni BMU 011, rumah ini diserahkan langsung oleh Tu Sop pada Rabu siang (26/09/2018).

Ketua Umum Barisan Muda Ummat (BMU) Tgk. M. Yusuf Nasir yang biasa disapa Abiya Rauhul Mudi mengatakan proses penyerahan kunci rumah diterima langsung oleh Mulyadi M. Affan (38) warga miskin Gampong Cot Trieng Kecamatan Sp. Mamplam Kabupaten Bireuen.

Abiya menjelaskan rumah ini merupakan sumbangan masyarakat Aceh baik yang ada di dalam negeri maupun diluar negeri, mereka menyumbang mulai dari 10.000 s/d jutaan yang dikelola oleh Gerakan Peduli Ummat (GPU). “


Seperti laporan Fitriadi, S. Hut Bendahara GPU donasi dibuka pada tgl 26/08/2018 s/d 05/09/2018 selama 11 hari, dana yang terkumpul mencapai 23.910.000 dari 207 donatur, sementara dana yang kita butuhkan 23.500.000, sisanya 410.000 kita serahkan untuk rumah BMU 012 di Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie Jaya” kata Abiya.

Mulyadi pria paruh baya ini,hidup dibawah garis kemiskinan, memiliki tiga orang anak usia belia.

Dalam kesehariannya bekerja sebagai pembakar kayu Arang dah buruh tani, demi mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.
Miris sekali.

Kehidupan keluarga ini , untuk memasak saja mereka masih menggunakan cara tradisional,memakai kayu bakar.

Tiada keistimewaan dalam kehidupan keluarga ini.kondisi rumah sudah miring, Atap sudah bocor serta papan sudah mulai lapuk.

Atap Rumbia sebagai penadah hujan,sudah usang dimakan usia ,setiap kali hujan anak-anak nya harus menampung air agar tidak kebasahan.

Rumah kumuh ,bahkan kondisi kamar begitu memprihatinkan,beliau menarik kertas plastik hitam ,sebagai penadah air hujan, agar tidak kebasahan kala musim hujan.

Dalam wawancara singkat denganya, Mulyadi mengatakan sudah berkali-kali mengurus bantuan rumah ke pemerintah setempat, tetapi tidak kunjung direalisasi walau pihak terkait sudah pernah meninjau rumahnya, diakhir wawancara dengan nada sedih dan isak tangis “ kalau tidak ada rumah BMU ini maka saya belum memiliki rumah hingga saat ini” jelasnya.

Sementara itu Imam Besar Barisan Muda Ummat (BMU) Tgk. H. M. Yusuf A Wahab dalam sambutannya disela-sela acara penyerahan kunci rumah BMU 011 mengatakan, ingatlah Pesan Rasulullah SAW:
وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيه

“Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim).

Jika ummat Islam ini hilang perilaku sosialnya akan berdampak resiko yang multi efek, Islam sukses dimasa awal karena pergerakan sosial.

Padahal hari ini para donatur BMU belum sampai 500 orang. Akan tetapi sudah 11 rumah siap dibangun.bayangkan jika Jumlahnya mencapai ribuan. Jelas Tu Sop

Pimpinan Yayasan Dayah Bersaudara (YADARA) Grup ini diakhir tausiah nya berpesan “Jika melihat rumah ini dibangun bukan yang menerima saja yang beruntung, tetapi yang paling beruntung adalah terbangun nya pergerakan sosial ummat untuk saling bantu membantu antar sesama ikhlas karena Allah. ( Al Fadhal : Humas BMU Pusat)

Presiden Komunitas Aceh Peduli di Malaysia Jalin Kerja Sama Dengan BMU


Selayang Malaysia - Barisan Muda Ummat (BMU) Pusat, gelar silaturrahmi dengan Komunitas Aceh Peduli Malaysia.
Acara digelar di Surau Taman Sri Murni Selayang Malaysia pada Minggu siang (30/09/2018) usai shalat Zhuhur waktu Malaysia.

Dalam kunjungan resminya ketua Umum Barisan Muda Ummat (BMU) Pusat Tgk. Muhammad Yusuf M Nasir sapaan akrab Abiya Rauhul Mudi mengatakan, kedatangannya ke Negeri Jiran merupakan agenda resmi dalam agenda silaturrahmi, Tausiah dan Pembentukan BMU Cabang Malaysia.


Ia menjelaskan kami hadir hari ini sebenarnya hanya ingin menyampaikan amanah Ayahanda Tu Sop, dimana beliau sangat ingin kita bersatu dalam kegiatan sosial kemanusiaan sebagaimana yang telah kita lakukan selama ini dalam membantu Rumah layak huni BMU yang sudah rampung 12 serta kegiatan -kegiatan sosial lainnya seperti pengobatan dek Arif warga Pandrah yang mengalami gizi buruk.

“Hal ini tidak hanya cukup sampai disini, kita akan dakwahkan kegiatan ini kesiapapun, niat kita hanya satu yaitu keikhlasan, di Aceh masih sangat banyak saudara kita yg butuh bantuan kita, maka dengan kehadiran BMU dan Gerakan Aceh Peduli ini kita akan bangkit memperbaiki apa yang bisa tanpa harus menunggu bisa memperbaiki semuanya”. Kata Abiya.

Sementara itu Imam Besar Barisan Muda Ummat (BMU) Tgk H Muhammad Yusuf Abdul Wahab (Tu Sop) melalui live streaming dari Banda Aceh menyampaikan semangat kepada jama'ah yang hadir di Surau Sri Murni, "Sebenarnya saya sangat rindu untuk bisa bersilaturrahmi dan bertatap muka dengan saudara2 yang ada di Malaysia, tapi hari ini Allah telah mentakdirkan yang terbaik untuk kita, hari ini kita hanya bisa menyapa lewat streaming.

Tu Sop juga mengatakan "saya sangat bangga dengan kekompakan masyarakat kita yang ada di Malaysia, bersatu dalam kebaikan membantu antar sesama, dulu bangsa kita pernah maju dan berkembang Karena kekuatan dan kekombangan nenek moyang kita dalam kebaikan, saya baru melihat kehebatan orang Aceh dulu saat saya tinggal di Saudi, orang Aceh dulu saat pergi ke Mekah jika ada harta mereka yang tersisa maka mereka tidak membawa pulang lagi ke negerinya. Mereka menginfakkan harta mereka untuk kebaikan disana, sehingga kebaikan yang mereka lakukan dahulu sangat bermanfaat untuk masyarakat Aceh hari ini, Baitul Asy’i saksi sejarah sosial orang Aceh” pesan Tu Sop.

Sementara itu Presiden Komunity Aceh Malaysia Datok Mansyur dalam sambutannya mengatakan, kami sangat senang jika saudara kami yang di Aceh terus kompak dalam menjalin hubungan demi kebaikan kita dan saudara seiman di Nanggroe kita, semoga dengan kekompakan ini kita bisa berjalan bersama dalam melakukan kebaikan untuk saudara-saudara kita ujarnya.(Al Fadhal : Humas BMU Pusat)

Selasa, 10 Juli 2018

Tu Sop: Bukan Area Bebas Dosa, Sebelum Menulis di Medsos Pastikan Bersih 8 Hal Ini!

Tusop.com | Sama seperti lidah, tulisan juga berfungsi sebagai alat berkomunikasi dan bersosialisasi antar sesama. Susunan huruf yang membentuk kata lalu terangkai menjadi kalimat yang tertulis di media tulis, tak ubahnya bunyi rangkaian huruf-huruf yang keluar dari dua bibir. Ia memiliki makna walau tak bersuara. Rangkaian kalimat-kalimat itu bisa bernilai baik, bisa pula menjadi keji. Dan yang jelas, setiap yang baik akan membuahi baik pula. Begitu juga sebaliknya.

Islam adalah agama yang kaffah. Dalam konteks berkomunikasi, Islam tidak hanya mengatur bagaimana cara berbicara yang baik. Tetapi juga mengatur tentang bagaimana materi pembicaraan yang baik.

Materi pembicaraan amatlah penting untuk diperhatikan. Sebab setiap pembicaraan, ada konsekwensinya. Bukan hanya konsekuensi di dunia, tetapi ada yang lebih serius, setiap kata mesti dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

Sebagai acuan dalam berbicara, Rasulullah SAW berpesan dalam penggalan hadits berikut :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ

"Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, Hendaklah ia berkata yang baik atau hendak diam"

Dalam berkomunikasi, Rasulullah saw memberikan dua alternatif. Berbicara atau diam. Silahkan berbicara selama bisa pastikan terlebih dahulu bahwa apa yang dibicarakan itu memiliki nilai kebaikan. Tetapi jika kita tidak bisa memastikan sebuah pembicaraan bernilai positif, maka diam jauh lebih baik daripada kata-kata itu harus dikeluarkan.

Memaksakan diri berbicara tanpa pertimbangan yang matang sangat berpotensi kita terjebak dalam kesalahan-kesalahan yang tidak kita sadari. Dan hal ini tentu saja akan sangat merugikan diri kita sendiri.

Terkait hal ini, para ulama telah memberikan solusi bagaimana seharusnya sikap kita sebelum memutuskan layak tidaknya suatu hal untuk dibicarakan. Sebuah pembicaraan itu bernilai baik, setidaknya harus bersih dari delapan hal ini.

1. Bersih dari dusta
2. Bersih dari janji palsu
3. Bersih dari ghibah
4. Bersih dari membantah dan menyalahkan orang lain
5. Bersih dari memuji diri dan menyombongkan diri
6. Bersih dari mengutuk atau memvonis seseorang
7. Bersih dari doa-doa untuk kejatuhan orang lain
8. Bersih dari ejekan dan penghinaan

Hendaknya sebelum berbicara kita harus memastikan bersih dari delapan hal di atas, agar senantiasa kita selamat dari lisan kita di dunia dan di akhirat kelak. Seperti halnya kata yang keluar melalui lisan, begitu juga tulisan. Terlebih dalam dalam dunia media sosial saat ini.

Sebelum menulis di media sosial dan kemudian menjadi konsumsi publik, pastikan tulisan kita bebas dari delapan hal ini. Sebab media sosial bukan area bebas dosa.
Amin.

Admin

Senin, 25 Juni 2018

Andalkan Allah Dalam Menghadapi Setiap Masalah

Tusop.com | Dunia, terkadang membuat kita letih menghadapinya. Bergelut dengannya membuat kita harus menghadapi 1001 masalah yang terus berganti. Masalah-masalah itu tidak akan pernah habis selama kaki masih menginjak bumi. Maka kita butuh solusi cerdas menghadapinya.

Tetapi seberat dan sebanyak apapun masalah yang kita hadapi, jangan pernah takut apalagi goyah. Seberat dan sebanyak apapun masalah, tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kekuasaan dan keagungan Allah swt.

Dalam hidup kita bisa jadi tidak memiliki apapun. Tetapi jangan lupa kita masih punya Allah. Boleh saja orang-orang disamping kita tidak pernah ada yang peduli kepada kita. Saat kita jatuh tiada yang menjulur tangannya, saat kita roboh tiada yang menopang kita, jangan takut! Jangan takut! Allah tidak pernah lupa pada kita.

Maka, dalam menyikapi berbagai problem hidup, andalkan Allah. Hanya Allah. Jangan yang lain. Jangan andalkan kecerdasan kita sendiri. Jangan andalkan kemampuan kita sendiri. Karena tanpa bantuan Allah semua itu tiada bermakna.

Allah swt berfirman: “Dan barangsiapa bertakwa kepada niscaya Allah swt akan memberikan jalan keluar dari setiap persoalan”.

Jumat, 22 Juni 2018

Jum'at Malam, Tu Sop Isi Tausiah di Mutiara Timur


Tusop.com | Tgk H. Muhammad Yusuf Abdul Wahab atau biasa disapa Tu Sop, Jum'at malam 22/6 dijadwalkan mengisi tausiah dan zikir akbar di Desa Campli Usi, Kecamatan Mutiara Timur, Beureunuen, Kabupaten Pidie. Acara tersebut dilaksanakan setelah selesai shalat Isya.

Panitia pelaksana kegiatan tersebut mengharapkan kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat untuk menghadiri dan mendengar mutiara ilmu yang akan disampaikan oleh ulama muda tersebut. Dan bagi masyarakat yang berdomisi di luar kawasan acara turut dapat menyimak butiran-butiran ilmu melalui saluran Radio Yadara FM, 92,8 MHz. (admin)

Comments System

Disqus Shortname

Diberdayakan oleh Blogger.